BorneoFlash.com, JAKARTA – Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menilai pelemahan kurs rupiah terjadi akibat aksi profit taking para pelaku pasar.
“Pada perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak melemah di kisaran Rp16.590–Rp16.640 per dolar AS. Pelemahan ini dipicu aksi ambil untung pelaku pasar dan tren penguatan indeks dolar global, seiring berlanjutnya penutupan sebagian (shutdown) pemerintah federal Amerika Serikat,” jelas Rully.
Menurut laporan Sputnik, pemerintah AS kembali menutup sebagian layanan publik setelah Partai Republik dan Demokrat gagal mencapai kesepakatan pendanaan sementara sebelum batas waktu Rabu (1/10) tengah malam. Tahun fiskal 2024 resmi berakhir pada 30 September, namun Kongres belum menyetujui anggaran baru.
Sementara itu, Anadolu melaporkan bahwa penutupan ini juga disertai pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi pegawai federal. Wakil Presiden JD Vance dalam konferensi pers di Gedung Putih menegaskan PHK akan dilakukan bila shutdown berlangsung lama.
Ia menolak anggapan bahwa pemerintahan Trump menargetkan pegawai federal untuk alasan politik, dan menekankan langkah ini diperlukan agar layanan esensial tetap berjalan.
Dari sisi domestik, Rully menilai sentimen pasar masih positif berkat kembalinya investor asing ke pasar keuangan Indonesia. Kekhawatiran mengenai burden sharing pembiayaan antara Bank Indonesia (BI) dan pemerintah juga mulai mereda.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menambahkan bahwa pasar tengah mengantisipasi kemungkinan The Fed memangkas suku bunga lebih agresif. Langkah itu diperkirakan menjadi respons terhadap dampak negatif shutdown, termasuk penurunan daya beli konsumen.
Shutdown juga menunda publikasi data ekonomi penting seperti klaim pengangguran mingguan, laporan non-farm payrolls, dan tingkat pengangguran. Dengan begitu, perhatian pelaku pasar bergeser ke data ketenagakerjaan swasta, salah satunya laporan Challenger Job Cuts.
Berdasarkan laporan Challenger, Gray & Christmas, PHK perusahaan di AS pada September 2025 turun 25,8 persen secara tahunan (yoy).
Meski demikian, total PHK sepanjang tahun masih tertinggi sejak 2020, sementara rencana perekrutan anjlok hingga 71 persen yoy.
Data tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja AS stagnan, dengan perusahaan cenderung berhati-hati dalam ekspansi tenaga kerja.
“Untuk hari ini, kami memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp16.550–Rp16.675 per dolar AS,” ujar Josua.
Pada pembukaan perdagangan Jumat di Jakarta, rupiah melemah 27 poin atau 0,16 persen menjadi Rp16.625 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya Rp16.608 per dolar AS. (*/ANTARA)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar