BorneoFlash.com, JAKARTA – Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jerman, Thomas Graf, menegaskan bahwa Indonesia memegang peran penting sebagai salah satu mitra utama bagi Jerman.
Dalam sambutannya pada perayaan Hari Penyatuan Jerman di Jakarta, Kamis (2/10) malam, Graf menekankan bahwa kunjungan Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul ke Jakarta pada Agustus lalu mencerminkan langkah nyata kedua negara untuk memperkuat hubungan dan meningkatkan kerja sama di berbagai bidang.
Graf menyebut bahwa sejak Januari 2025, Jerman bersama Jepang memimpin kelompok negara pendukung Indonesia dalam kerangka Kemitraan Transisi Energi yang Adil (JETP).
Selain itu, Jerman juga memperluas kerja sama dengan menyiapkan tenaga kerja terampil asal Indonesia agar dapat terserap di pasar kerja Jerman, yang diyakini memberi manfaat bagi kedua negara.
Ia juga mengapresiasi meningkatnya jumlah pemuda Indonesia yang menempuh studi, riset, dan pelatihan di Jerman, serta bertambahnya minat investor Jerman untuk menanamkan modal di Indonesia.
Graf menambahkan, pada September lalu Indonesia dan Uni Eropa (UE) resmi menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA), yang disaksikan 21 duta besar negara anggota UE. Ia optimistis perjanjian strategis tersebut akan mendorong kemajuan besar dalam hubungan Indonesia dan UE.
Lebih lanjut, Graf menekankan keterlibatan Jerman dalam latihan militer gabungan Super Garuda Shield tahun ini untuk pertama kalinya sebagai bukti eratnya kemitraan pertahanan kedua negara.
Ia menyatakan bahwa kerja sama pembangunan selama puluhan tahun membuktikan bahwa kemitraan strategis yang tertuang dalam Deklarasi Jakarta 2012 bukan hanya sebatas kata-kata, melainkan menghasilkan kerja sama produktif yang berlandaskan kepentingan bersama.
Graf juga menegaskan komitmen Jerman sebagai Mitra Pembangunan ASEAN yang aktif, serta menyampaikan harapan agar kerja sama dengan ASEAN dapat semakin diperkuat ke depan. (*/ANTARA)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar