Transaksi QRIS di Festival Kopi Papua 2025 Sentuh Rp726 Juta

oleh -
Penulis: Berthan Alif Nugraha
Editor: Ardiansyah
Penutupan acara Festival Kopi Papua 2025 yang berlangsung di Kota Jayapura, Papua (22/9/2025). Foto: ANTARA/Qadri Pertiwi
Penutupan acara Festival Kopi Papua 2025 yang berlangsung di Kota Jayapura, Papua (22/9/2025). Foto: ANTARA/Qadri Pertiwi
banner 300×250

BorneoFlash.com, JAYAPURA – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mencatat transaksi digital melalui QRIS di Festival Kopi Papua (Feskop) 2025 mencapai hampir 13 ribu kali dengan nilai Rp 726 juta selama tiga hari penyelenggaraan.

 

Kepala KPw BI Papua, Faturachman, di Jayapura, Selasa (23/9), menegaskan capaian tersebut membuktikan langkah nyata menuju ekosistem pembayaran digital yang semakin inklusif.

 

“Angka ini menunjukkan tingginya antusias masyarakat dalam menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran, sekaligus mendukung perluasan digitalisasi sistem pembayaran di Papua,” ujar Faturachman.

 

Selain transaksi digital, BI juga menggelar sesi business matching antara UMKM dan perbankan dalam rangkaian Feskop 2025. Dari pertemuan itu, tercatat penandatanganan Letter of Intent (LoI) senilai Rp11,85 miliar.

 

Faturachman menekankan capaian tersebut mengindikasikan besarnya potensi UMKM Papua untuk naik kelas sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian daerah. “Hal ini sejalan dengan tema Feskop 2025, ‘Dari Gunung, Lembah, Pantai, hingga Pasar Global’, yang menggambarkan kopi sebagai komoditas pemersatu masyarakat Papua lintas wilayah dan budaya,” jelasnya.

 

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Suzana Wanggai, juga menyampaikan kebanggaan atas suksesnya penyelenggaraan Feskop 2025.

 

“Festival ini membuktikan Kopi Papua mampu bersaing di panggung nasional maupun internasional. Kesuksesan penutupan tahun ini mencerminkan semakin kuatnya kesadaran bahwa Kopi Papua merupakan aset strategis yang harus terus dikembangkan,” ungkap Suzana.

 

Pemerintah resmi menutup Feskop 2025 pada Senin (22/9) di Kota Jayapura, setelah berlangsung selama tiga hari sejak 20 September 2025. (*/ANTARA)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.