BorneoFlash.com, MOSKOW – Presiden Majelis Umum PBB (UNGA) ke-80, Annalena Baerbock, menegaskan negara-negara anggota akan mengecam pelanggaran hukum internasional di Gaza. Ia menyebut konferensi pekan depan akan menekankan solusi dua negara serta penolakan terhadap serangan sipil dan blokade bantuan kemanusiaan.
Baerbock menekankan pentingnya tekanan hukum dan diplomasi internasional untuk memastikan bantuan kemanusiaan masuk Gaza. Ia menyebut mayoritas negara mendukung gencatan senjata, pembebasan sandera, kelancaran aliran bantuan, pencopotan Hamas dari kepemimpinan, pengakuan hak hidup Israel, dan pengakuan negara Palestina.
“Sejak PBB berdiri, isu utama adalah hak rakyat Palestina menentukan nasib sendiri,” tegasnya.
Baerbock menambahkan, sebagai Presiden UNGA ia tidak boleh menyampaikan pandangan pribadi, tetapi tetap menekankan solusi dua negara sebagai jalan keluar.
Media melaporkan sepuluh negara akan segera mengakui Palestina dalam konferensi di sela Sidang UNGA 22 September. Saat ini, Palestina telah diakui 147 negara, meski AS masih memveto keanggotaan penuh di PBB. (*)





