BorneoFlash.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto diminta membatalkan rencana kunjungan ke China menyusul meluasnya aksi demonstrasi di berbagai kota Indonesia.
Permintaan itu disampaikan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal, yang menilai kunjungan Presiden dapat diwakilkan kepada Menteri Luar Negeri Sugiono.
“Mengingat situasi panas yang bergolak, hati rakyat yang pedih dan gelisah, saya anjurkan Presiden @Prabowo BATALKAN kunjungan ke Tiongkok minggu depan,” ujar Dino melalui akun media sosial X, Sabtu.
Dino menegaskan bahwa saat ini merupakan momen penting bagi seorang presiden untuk hadir di tengah rakyatnya yang sedang berduka dan resah. “Keluar negeri sekarang tidak penting,” tegas mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat itu.
Gelombang demonstrasi semakin meluas setelah tragedi di kawasan Gedung DPR/MPR pada Kamis (28/8) malam, yang berujung ricuh.
Seorang pengendara ojek daring bernama Affan Kurniawan (21) tewas terlindas kendaraan taktis Brimob di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Kematian Affan memicu aksi protes lanjutan, terutama dari kalangan mahasiswa dan komunitas ojek daring, yang berlangsung di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Makassar.
Presiden Prabowo sendiri pada Jumat malam (29/8) mendatangi rumah duka Affan di Jalan Tayu, Menteng, Jakarta Pusat. Di hadapan keluarga korban, ia menyampaikan duka cita mendalam sekaligus berjanji akan menegakkan keadilan dalam kasus tersebut.
Di sisi lain, Presiden Prabowo termasuk dalam 26 kepala negara yang diundang Presiden China Xi Jinping menghadiri parade militer di Beijing pada 3 September 2025.
Parade itu digelar untuk memperingati 80 tahun kemenangan Perang Rakyat China melawan Agresi Jepang sekaligus Perang Dunia Anti-Fasis.
Dalam acara tersebut, China dijadwalkan memamerkan persenjataan generasi baru, mulai dari tank, pesawat tempur generasi keempat, hingga rudal anti kapal hipersonik yang untuk pertama kalinya ditampilkan ke publik. (*/ANTARA)