BorneoFlash.com, LEBANON – Serangan udara Israel kembali mengguncang wilayah Lebanon Selatan meski kesepakatan gencatan senjata antara kedua pihak masih berlangsung.
Sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas dalam serangan yang terjadi di kawasan Deir Qanun al-Nahr, Distrik Tyre, pada Selasa (19/5/2026).
Dilansir dari AFP, korban tewas dalam serangan tersebut termasuk tiga perempuan dan tiga anak-anak. Selain itu, tiga orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk seorang anak.
“Serangan udara Israel di kota Deir Qanun al-Nahr di Distrik Tyre mengakibatkan korban tewas sebanyak 10 orang, termasuk tiga anak-anak dan tiga perempuan. Selain itu, tiga orang lainnya juga dilaporkan terluka, termasuk seorang anak,” demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Lebanon, pada Rabu (20/5/2026).
Serangan itu terjadi di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung untuk mempertahankan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel.
Sebelumnya, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan perpanjangan masa gencatan senjata selama 45 hari setelah putaran ketiga pembicaraan langsung yang dimediasi Washington.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, mengatakan putaran keempat perundingan dijadwalkan berlangsung pada 2–3 Juni mendatang di Washington.
Meski proses diplomasi terus berjalan, ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel belum sepenuhnya mereda. Bentrokan dan serangan antara Israel dan kelompok Hizbullah masih terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Amerika Serikat juga menyoroti serangan-serangan Hizbullah terhadap wilayah Israel yang dinilai dapat menghambat proses perdamaian.
“AS tetap menyadari tantangan yang ditimbulkan oleh serangan berkelanjutan Hizbullah terhadap Israel, tanpa persetujuan atau izin dari pemerintah Lebanon, yang dilakukan untuk menggagalkan proses ini,” kata Pigott, seperti dikutip AFP, Sabtu (16/5/2026). (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar