Berita Internasional

Konvoi Bantuan Gaza Dicegat Israel, Aktivis Pro-Palestina Sebut Seluruh Kapal Dikuasai

lihat foto
Dok- Kapal-kapal dari "Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission," yang bertujuan untuk menembus blokade Israel di Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan, berangkat dari marina di Augusta di pulau Sisilia, Italia, pada 26 April 2026. Armada yang terdiri
Dok- Kapal-kapal dari "Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission," yang bertujuan untuk menembus blokade Israel di Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan, berangkat dari marina di Augusta di pulau Sisilia, Italia, pada 26 April 2026. Armada yang terdiri dari 65 kapal tersebut berlayar ke Laut Mediterania secara berurutan pada sore hari sesuai dengan urutan yang telah ditetapkan, dengan banyak bendera Palestina terlihat berkibar di tiang-tiang kapal. Foto: ANTARA/Barış Seçkin - Anadolu Agency/pri

BorneoFlash.com, MOSKOW – Koalisi aktivis pro-Palestina Global Sumud Flotilla (GSF) mengonfirmasi seluruh kapal yang tergabung dalam misi pelayaran kemanusiaan menuju Jalur Gaza telah dicegat oleh pasukan Israel.

Melalui pernyataan di platform Telegram pada Selasa (20/5/2026), GSF menyebut seluruh armada flotilla kini berada dalam penguasaan pasukan Israel dan pihaknya masih menunggu informasi terbaru terkait kondisi para aktivis di atas kapal.

“Semua kapal telah dicegat. Kami menunggu informasi terbaru terkait penculikan ilegal mereka,” tulis GSF.

Konvoi bantuan kemanusiaan tersebut diketahui berangkat dari Barcelona, Spanyol, pada 15 April 2026 dengan tujuan menembus blokade menuju Jalur Gaza.

Sebelumnya, pada malam 29–30 April, para aktivis melaporkan bahwa pasukan Israel sempat mengambil alih kapal mereka di dekat Pulau Kreta. Dalam insiden itu, mesin kapal dan sistem navigasi dilaporkan dirusak sebelum kapal ditinggalkan.

Situasi kembali memanas pada Senin (18/5), ketika kapal misi kemanusiaan tersebut dikepung dan dicegat secara paksa oleh kapal perang Israel di perairan internasional, sekitar 250 mil laut dari pesisir Gaza.

Koalisi aktivis menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap misi kemanusiaan internasional yang bertujuan menyalurkan bantuan bagi warga Gaza di tengah situasi krisis yang masih berlangsung.

Sebelumnya, pada akhir Maret lalu, GSF menyebut misi flotilla kali ini direncanakan melibatkan sekitar 100 kapal dengan lebih dari 2.000 peserta dari berbagai negara. (*/ANTARA)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar