Kopi robusta yang ia jual telah diproduksi oleh tim khusus, sehingga Adam hanya bertugas melayani pembeli secara langsung.
Di balik keuntungan yang ia peroleh, ada tantangan yang tidak sedikit.
Musim hujan kerap menurunkan jumlah pembeli, sementara penertiban dari Satpol PP juga beberapa kali membuat usahanya terganggu.
Adam mengaku rombongnya sudah tujuh hingga delapan kali diamankan petugas selama ia berjualan.
“Kami sama-sama mencari nafkah, jadi tidak ada alasan untuk saling menyalahkan. Saya berusaha tetap menghargai petugas,” tuturnya.
Meski begitu, Adam mengaku tetap menikmati pekerjaannya. Selain memperoleh penghasilan, ia juga bisa berinteraksi dengan banyak orang baru.
“Yang paling saya sukai adalah bisa menambah teman, bahkan ada yang datang dari luar daerah. Pernah ada pembeli dari Padang yang membeli kopi sambil berbagi cerita. Itu membuat pekerjaan ini lebih bermakna,”pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar