BorneoFlash.com, SAMARINDA — Aksi pencurian helm di kawasan parkir Samarinda semakin menunjukkan pola yang mengkhawatirkan.
Peristiwa yang kerap dianggap sepele itu kini dipandang sebagai bagian dari persoalan yang lebih sistemik, bukan semata akibat kelengahan pemilik kendaraan.
Frekuensi kehilangan helm yang terus berulang memunculkan dugaan adanya mata rantai penadahan yang beroperasi secara konsisten.
Helm yang dicuri disebut dapat dengan cepat dialihkan menjadi uang tunai, terutama di wilayah yang berdekatan dengan pusat aktivitas ekonomi warga.
Sorotan publik kembali mengarah ke kawasan simpang Jalan A.M. Sangaji–Perniagaan, tidak jauh dari Pasar Segiri.
Perhatian tersebut menguat setelah sebuah video beredar luas di media sosial, memperlihatkan seorang terduga pelaku pencurian yang secara terbuka menyebut lokasi tempat penjualan helm hasil curiannya.
Penelusuran di lapangan menunjukkan aktivitas jual beli helm bekas masih berlangsung secara terbuka. Sejumlah lapak terlihat tetap melayani transaksi, meskipun asal-usul helm yang diperjualbelikan tidak selalu disertai keterangan yang jelas.
Seorang pedagang helm bekas yang meminta identitasnya dirahasiakan mengakui bahwa pembelian kerap dilakukan dari penjual perorangan. Ia mengklaim hanya menilai kelayakan fisik barang sebelum memutuskan transaksi.
“Apabila kondisi helm sudah rusak berat atau kaca pelindungnya pecah, biasanya tidak saya beli karena sulit untuk dipasarkan kembali,” tuturnya, pada Senin (26/1/2026).





