Berita Kalimantan Timur

Mitra Driver Maxim Samarinda Angkat Suara, Tanda Tangani Petisi agar Pemerintah Kaji Ulang SK Gubernur

lihat foto
Mitra Driver Maxim Samarinda Angkat Suara, Tanda Tangani Petisi agar Pemerintah Kaji Ulang SK Gubernur. Foto: HO/Maxim
Mitra Driver Maxim Samarinda Angkat Suara, Tanda Tangani Petisi agar Pemerintah Kaji Ulang SK Gubernur. Foto: HO/Maxim
Salah satu perwakilan mitra driver Maxim Tajuddin Ayuc menyampaikan bahwa keputusan sepihak tanpa dialog terbuka dan evaluasi dengan semua pihak justru berpotensi menciptakan ketimpangan dalam sektor transportasi daring di daerah.

“Kami para driver terbuka untuk melakukan diskusi bersama untuk mengkaji

ulang regulasi tarif transportasi daring yang adil karena setiap

platform punya sistem berbeda dan jangan disamaratakan. SK itu

seharusnya mengatur soal tarif per kilometer, bukan tarif dasar,” ucap

Tajuddin.

Sementara itu, Muhammad Rafi Assagaf selaku Government Relation Maxim

Indonesia turut menyampaikan aspirasi serupa agar pemerintah daerah

melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan SK Gubernur Kalimantan

Timur mengenai kenaikan tarif transportasi daring.

Mitra Driver Maxim Samarinda Angkat Suara, Tanda Tangani Petisi agar Pemerintah Kaji Ulang SK Gubernur. Foto: HO/Maxim
Mitra Driver Maxim Samarinda Angkat Suara, Tanda Tangani Petisi agar Pemerintah Kaji Ulang SK Gubernur. Foto: HO/Maxim

“Kami berkomitmen untuk menciptakan keseimbangan ekosistem digital yang

berkelanjutan dengan menetapkan tarif yang adil bagi pengemudi dan

masyarakat sebagai konsumen. Kenaikan tarif minimal yang tertuang dalam

SK Gubernur telah terbukti berdampak pada penurunan pesanan dan daya

beli masyarakat, hal tersebut harus dievaluasi kembali agar tidak

memberikan dampak buruk yang berkepanjangan,” ujar Rafi.

Maxim berharap agar Pemprov Kaltim dapat mendengarkan suara para mitra dan membuka ruang dialog konstruktif untuk mencari jalan tengah yang terbaik.

Perusahaan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara aplikator dan pemerintah daerah untuk merumuskan kebijakan berbasis data dan keadilan sosial. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar