BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Kota Balikpapan bersiap menjadi sorotan nasional. Sebagai tuan rumah kegiatan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) 2025, kota ini akan menjadi pusat perhelatan berskala besar pada 8–11 Juli mendatang. Tak hanya pameran kerajinan, ajang ini juga akan diramaikan dengan pertunjukan budaya dan forum UMKM nasional.
Untuk menjamin keamanan dan kelancaran acara, Polresta Balikpapan menerapkan sistem pengamanan berlapis di berbagai titik vital kota. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 450 personel gabungan diterjunkan, lengkap dengan dukungan dari Dishub dan Satpol PP.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Anton Firmanto menjelaskan bahwa gladi pengamanan sudah dilakukan sejak awal pekan ini. Fokus utama adalah pengamanan di BSCC Dome Balikpapan sebagai pusat kegiatan, serta di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan yang akan menjadi pintu masuk utama para tamu kehormatan.
“Kami siapkan pengamanan total mulai dari bandara, jalan protokol, hotel, hingga titik-titik kegiatan. Termasuk juga personel cadangan yang siaga setiap saat jika terjadi lonjakan arus lalu lintas,” ungkap Kombes Anton, Senin, 7 Juli 2025.
Pengamanan juga menyasar sekitar 18 hotel di Balikpapan, yang akan menjadi tempat menginap tamu penting, termasuk istri menteri dan Wakil Presiden RI Khusus untuk kawasan strategis seperti Balikpapan Superblock (BSB), pengamanan dilakukan lebih intensif.
Selain di dalam kota, jalur-jalur menuju Samarinda, Penajam Paser Utara (PPU), dan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga disiapkan pengamanan ekstra, mengingat sejumlah tamu Dekranas dijadwalkan melakukan kunjungan ke wilayah tersebut.
“Kami berkoordinasi dengan Polda Kaltim dan Polres sekitar untuk menjamin mobilitas tamu tetap aman. Jalur ke IKN pun tak luput dari patroli rutin,” tambah Anton.
Tak hanya fokus pada keamanan, Satlantas Polresta Balikpapan juga menertibkan lalu lintas dan parkir, terutama di sekitar BSCC/Dome. Masyarakat diminta mendukung penuh kelancaran acara ini dengan tidak memarkir sembarangan dan tetap tertib berlalu lintas.
“Kami juga mengimbau para juru parkir liar dan pelaku usaha sekitar untuk mendukung acara ini. Ini bukan hanya soal pengamanan, tapi juga soal menunjukkan kesiapan Balikpapan sebagai kota tuan rumah berskala nasional,” tegas Anton.
Dekranas 2025 bukan sekadar ajang seremonial. Bagi Kalimantan Timur, ini adalah panggung nasional untuk memperlihatkan potensi budaya, ekonomi kreatif, dan kesiapan infrastruktur menjelang perpindahan ibu kota negara ke Nusantara. “Kami ingin menunjukkan bahwa Balikpapan dan Kaltim siap menjadi tuan rumah yang aman, nyaman, dan profesional,” tutup Anton.
Adanya skema pengamanan ketat dan koordinasi lintas instansi, Balikpapan tidak hanya menjaga nama baik sebagai tuan rumah Dekranas 2025, tetapi juga memperkuat citranya sebagai pusat pertumbuhan baru di era Ibu Kota Nusantara.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar