BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri
Pendayagunaan
Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
(PANRB),
Rini
Widyantini
,memastikan
kebijakan
strategis
reformasi
birokrasi
akan
terus
beradaptasi
agar
selaras
dengan
program-program
prioritas
Presiden Prabowo Subianto.“
Presiden Prabowotelah
memberikan
arahan
yang
jelas
.Birokrasi
harus
responsif
terhadap
kebutuhan
masyarakat
,efektif
dalam
pengelolaan
anggaran
, dan
cepat
dalam
mengimplementasikan
kebijakan
,” kata
Rini
di Jakarta,
Sabtu
.Rini
menyebut
penyusunan
Grand Design Reformasi
Birokrasi
Nasional (GDRBN)
akan
tetap
fokus
pada
kolaborasi
,kapabilitas
, dan
integritas
birokrasi
agar
dapat
melayani
masyarakat
secara
human-based.
Kementerian PANRB juga
telah
menyiapkan
kebijakan
Sistem
Akuntabilitas
Kinerja
Pemerintah
(SAKP) yang
mendorong
sinergi
antarkementerian
/lembaga
dan
pemerintah
daerah
untuk
mencapai
target
pembangunan
nasional
secara
kolaboratif
,efektif
, dan
efisien
.“SAKP
menggantikan
pendekatan
lama yang
instansional
dan
terkotak-kotak
, yang
kerap
tidak
selaras
dan
belum
mendukung
pencapaian
outcome
bersama
,”
ujarnya
.Rini
menambahkan
,pendekatan
shared outcomes
dalam
SAKP
bertujuan
memastikan
kinerja
utama
kementerian
/lembaga
dapat
mendukung
pencapaian
Astacita
,yaitu
substansi
pokok
RPJPN, RPJMN,
isu
strategis
lainnya
,serta
tugas
dan
fungsi
organisasi
.Semua
hal
itu
akan
diterjemahkan
dalam
indikator
kinerja
utama
(IKU)
lintas
sektor
dan
dievaluasi
melalui
kebijakan
RB dan SAKP.
Kebijakan
reformasi
birokrasi
ini
juga
mendukung
program-program
prioritas
nasional
seperti
ketahanan
pangan
,makan
bergizi
gratis (MBG),
sekolah
rakyat
, dan
lainnya
.“
Setiap
kementerian
/lembaga
memiliki
tugas
,peran
, dan
tanggung
jawab
spesifik
yang
saling
melengkapi
dalam
memperkuat
sektor
pangan
nasional
,”
jelas
Rini
.Ia
menekankan
pentingnya
sinergi
lintas
sektor
dan
instansi
untuk
mewujudkan
ketahanan
pangan
nasional
secara
berkelanjutan
dan
efisien
. Hal yang
sama
berlaku
dalam
penanganan
gizi
, yang
menurutnya
tidak
bisa
dilakukan
secara
sektoral
.“
Penanganan
gizi
membutuhkan
pendekatan
holistik
. Karena
itu
,koordinasi
dan
sinkronisasi
kebijakan
perlu
dilakukan
agar
arah
kebijakan
tetap
seragam
dan
terintegrasi
,”
tegasnya
.Rini
juga
menyoroti
pentingnya
sinergi
antarpihak
dalam
menjalankan
program MBG yang
melibatkan
lintas
sektor
dan multi-
aktor
.Keberhasilan
program
ini
sangat
bergantung
pada
kerja
sama
erat
antara
pemerintah
pusat
,daerah
,sektor
swasta
, dan
masyarakat
.Terkait
program
sekolah
rakyat
, Kementerian PANRB
bertanggung
jawab
memastikan
proses
penataan
kelembagaan
dan
pemenuhan
sumber
daya
manusia
(SDM)
berjalan
optimal. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar