Berita Nasional Terkini

Menteri UMKM Klarifikasi Surat Pendampingan Istri ke Eropa

lihat foto
Menteri UMKM Maman Abdurrahman berjalan meninggalkan gedung Merah Putih KPK usai memberikan klarifikasi di Jakarta. Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A/rwa/am.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman berjalan meninggalkan gedung Merah Putih KPK usai memberikan klarifikasi di Jakarta. Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A/rwa/am.

BorneoFlash.com, JAKARTA - Surat Kementerian

Koperasi

dan UKM yang

meminta

pendampingan

enam

kedutaan

besar

selama

kunjungan

Agustina

Hastarini

,

istri

Menteri UMKM

Maman

Abdurrahman,

ke

Eropa

memicu

sorotan

publik

.Maman

langsung

mendatangi

Komisi

Pemberantasan

Korupsi

(KPK)

untuk

memberikan

klarifikasi

.

Kementerian

Koperasi

dan UKM

mengeluarkan

surat

bernomor

B-466/SM.UMKM/PR.01/2025

tertanggal

30

Juni

2025.

Mereka

mengirim

surat

tersebut

ke

enam

KBRI dan

satu

Konsulat

Jenderal

RI

untuk

meminta

dukungan

dan

pendampingan

selama

kegiatan

misi

budaya

yang

istri

Menteri UMKM

ikuti

.

Agustina

dijadwalkan

mengunjungi

Istanbul (Turki),

Pomorie

dan Sofia (Bulgaria), Brussels (

Belgia

), Paris (

Prancis

), Lucerne (Swiss), dan Milan (Italia).

Maman

menjelaskan

bahwa

istrinya

berangkat

ke

Eropa

untuk

mendampingi

anak

mereka

yang

masih

duduk di

kelas

I SMP. Anak

mereka

mengikuti

lomba

misi

budaya

yang

sekolah

selenggarakan

secara

rutin

.

"

Istri

saya

ke

luar

negeri

untuk

mendampingi

anak

saya

mengikuti

lomba

misi

budaya

.

Sekolah

mengadakan

kegiatan

ini

setiap

tahun

," kata

Maman

.

Maman

menegaskan

bahwa

keluarganya

membiayai

seluruh

perjalanan

tersebut

secara

pribadi

.Ia

juga

memastikan

tidak

menggunakan

satu

rupiah pun

dari

uang negara

atau

pihak

lain.

"Saya

membayar

semua

biaya

perjalanan

dari

rekening

pribadi

istri

saya

,

mulai

dari

tiket

, hotel,

hingga

uang

makan

. Saya

sudah

menunjukkan

bukti

pembayaran

tersebut

kepada

KPK,"

ujar

Maman

.

Ia

menyebut

bahwa

keluarganya

telah

melunasi

seluruh

biaya

perjalanan

sejak

Mei 2025.

Maman

juga

menegaskan

tidak

berniat

memanfaatkan

fasilitas

negara

untuk

kepentingan

pribadi

.

"Saya dan

keluarga

tidak

pernah

berniat

memakai

fasilitas

dari

siapa

pun. Kami

membayar

semuanya

sendiri

sejak

Mei,"

lanjutnya.

Maman

menyampaikan

bahwa

ia

secara

langsung

melaporkan

seluruh

dokumen

perjalanan

ke

KPK.

Ia

menyatakan

bahwa

pihak

KPK

telah

menerima

semua

dokumen

tersebut

dengan

baik

.

"Saya

datang

sendiri

ke

KPK

untuk

menunjukkan

bentuk

tanggung

jawab

saya

. Saya

tidak

menunggu

disuruh

atau

dilapor-laporkan

oleh

siapa

pun,"

tegasnya

.

Maman

membantah

keterlibatan

dalam

penerbitan

surat

Kementerian

Koperasi

dan UKM.

Ia

menegaskan

bahwa

dirinya

tidak

pernah

memberi

perintah

,

disposisi

,

maupun

arahan

apa

pun

terkait

surat

tersebut

.

"Saya

tidak

tahu-menahu

soal

dokumen

itu

. Saya

tidak

pernah

memerintahkan

siapa

pun

mengeluarkan

surat

seperti

itu

,"

ucap

Maman

. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar