Meskipun membangun sekolah bukan hanya membangun sarana prasarana fisik tetap juga harus dipikirkan tenaga pengajar dan lain sebagainya. "Paling memungkinkan adalah penambahan ruang kelas baru," ucapnya.
Rusman mengingatkan kepada masyarakat, supaya bisa menyadari bahwa tidak mungkin semua lulusan SMP bisa tertampung di SMA/SMK Negeri, karena negara Indonesia mempunyai satuan pendidikan yang kekuatannya bersumber dari kekuatan masyarakat. "Ingat Republik Indonesia ini belum lahir tetapi sekolah sudah ada dari bentukan masyarakat, seperti Budi Utomo. Kita tidak boleh mengabaikan keberadaan sekolah swasta," terangnya. Rusman menegaskan, pemerintah juga harus berani memperhatikan sekolah swasta, seperti mengambil tindakan tegas untuk melebur sekolah swasta yang tidak produktif agar dibekukan atau digabungkan. Meskipun sekolah swasta saat ini mendapatBantuan Operasional Sekolah (
BOS) dari pemerintah. Namun, biaya tersebut tidak sebesar dengan Sekolah Negeri. "Sampai saat ini, saya melihat Pemerintah belum berani mengambil tindakan tegas untuk memergerkan sekolah swasta yang tidak produktif," ungkapnya. (BorneoFlash.com/Niken)
Halaman:
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar