Berita Balikpapan Terkini

Satgas Covid-19 Masih Kaji Kegiatan yang Kumpulkan Banyak Orang   

lihat foto
Kepala Bidang Keamanan dan Penegakan Hukum Satgas Covid-19 Kota Balikpapan Zulkifli. Foto: BorneoFlash.com/Niken.
Kepala Bidang Keamanan dan Penegakan Hukum Satgas Covid-19 Kota Balikpapan Zulkifli. Foto: BorneoFlash.com/Niken.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Ditemukan kasus Covid-19 varian BA5 dan BA4 di Kota Balikpapan ditambah meningkatnya kasus Covid-19 di Balikpapan. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dalam hal ini Tim Satgas Covid-19 Balikpapan mulai selektif dalam pemberian izin kegiatan yang mengundang massa dalam jumlah besar.

Salah satunya, Tabligh Akbar dengan menghadirkan Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam waktu dekat ini.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Keamanan dan Penegakan Hukum Satgas Covid-19 Kota Balikpapan Zulkifli mengatakan, bahwa Tim Satgas Covid-19 Balikpapan masih mempertimbangkan terkait izin kegiatan yang diprediksi akan mendatangkan banyak masa Tabligh Akbar.

"Secara level PPKM kita masuk di level 1 pada masa itu, tetapi sudah ada edaran baru juga dari Kementerian dalam negeri yang mewajibkan daerah harus booster, untuk berkumpul massa dalam jumlah yang banyak," jelasnya kepada awak media, Jumat (15/7/2022).

Untuk itu, Zulkifli menjelaskan kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Merdeka yang merupakan area publik. Saat ini masih dalam tahap kajian, yang melibatkan seluruh stakeholder, sehingga keputusan yang akan dihasilkan dapat bermanfaat untuk seluruh masyarakat.

"Jadi mohon bersabar dulu kita masih koordinasi kepada pihak-pihak terkait. Nanti kami putuskan apakah ini sifatnya ditunda. Apakah rekomendasinya hanya boleh yang booster saja yang mengikuti, karena juga ada surat edaran mendagri tadi kan harus booster. Dikhawatirkan peserta yang datang jumlahnya ribuan," jelas Zulkifli.


Ya memang, Inmendagri menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 di Balikpapan, melalui Surat Edaran Walikota Balikpapan nomor 440/1644/SEKRT yang berlaku mulai 5 Juli hingga 1 Agustus 2022.

Akan tetapi, berdasarkan Surat Edaran (SE) Mendagri No.440/3917/SJ tanggal 11 Juli 2022 diwajibkan vaksinasi dosis lanjutan (booster), sebagai persyaratan untuk memasuki fasilitas publik/fasilitas umum antara lain perkantoran, pabrik,taman umum, tempat wisata, lokasi seni, budaya, restoran/rumah makan, kafe, pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan, dan area publik lainnya.

Zulkifli menyampaikan, jika rencana kegiatan Tabligh Akbar di Balikpapan merupakan kegiatan tambahan, sedangkan kegiatan utama di wilayah Kalimantan Utara. Sehingga, saat ini masih dikoordinasikan.

Pemkot Balikpapan akan mempertimbangkan pelaksanaan tersebut, karena tabligh Akbar masa bertahan berjam- jam dan tidak sirkulasi sifatnya.

Sama halnya dengan konser juga, sifatnya bertahan di tempat itu, sehingga perlu dipertimbangkan betul agar tidak menjadi tempat penularan. Kecuali kalau acara perkawinan sifatnya datang dan pergi.

"Kami masih koordinasi. Sebenarnya, acara UAS itu di Kaltara acara pokok beliau di sana. Lalu transit di Balikpapan kemudian ada waktu tersisa dimanfaatkan oleh Badan Dakwah Islam Pertamina dan Istiqomah di isi kegiatan Tabligh Akbar," ungkapnya.

(BorneoFlash.com/Niken)
Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar