Sedangkan Desa Muara Ande, Keladen dan Muara Toyu, tambah Ina Rosana, masih perlu dipastikan titik lokasi pembangunan tower pemancar sinyalnya.
Setelah tower pemancar selesai dibangun, Ina Rosana berharap ditindaklanjuti perusahaan operator seluler (opsel), guna memberikan jasa layanan komunikasi informasi kepada masyarakat.
Pada awalnya, utamanya di desa-desa yang jumlah penduduknya relatif sedikit, tidak ada perusahaan opsel yang bersedia mengisi layanan jasa telekomunikasi, meskipun tower pemancar sinyalnya sudah dibangunkan Pemkab Paser.
Namun dengan pendekatan untuk memajukan kawasan pedesaan, akhirnya satu per satu desa-desa tersebut dibebaskan dari kondisi blank spot.
"Tower yang kita bangun tahun 2016 misalnya. Awalnya tidak ada opsel yang mau mengisi, tapi begitu Telkomsel mengisi, desa itu semakin ramai dan maju karena banyak warganya yang kembali ke desanya," jelasnya.
Oleh karena itu, tambah Ina Rosana, Pemkab Paser berharap agar perusahaan opsel melihat prospek dua atau tiga tahun kedepan, sekaligus ikut berkontribusi memajukan kawasan pedesaan Kabupaten Paser.
"Di awal pembukaan blank spot pada desa-desa yang relatif sedikit penduduknya memang tidak menguntungkan opsel, tapi itu akan membaik dua atau tiga tahun kedepan," tambahnya.
(Adv/Sarrassani)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar