Berita Pemkab Paser

Paser Smart City Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat, dr Fahmi Fadli Targetkan 2023 Blank Spot Teratasi  

lihat foto
Penandatanganan kerjasama pengembangan dan implementasi Paser Smart City antara Bupati Paser, dr Fahmi Fadli dengan GM PT Telkom Indonesia Cabang Balikpapan, Yoga Istanto. Kamis (2/6/2022). Foto: HO/Paser Smart City.
Penandatanganan kerjasama pengembangan dan implementasi Paser Smart City antara Bupati Paser, dr Fahmi Fadli dengan GM PT Telkom Indonesia Cabang Balikpapan, Yoga Istanto. Kamis (2/6/2022). Foto: HO/Paser Smart City.

BorneoFlash.com, TANA PASER - Konsep Smart City yang memanfaatkan teknologi informasi untuk mengintegrasikan seluruh infrastruktur dan layanan pemerintahan akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dalam rangka mewujudkan Paser yang Maju Adil dan Sejahtera (Paser MAS), Pemkab Paser dan PT Telkom Indonesia, Kamis (2/6/2022), melaksanakan penandatanganan MoU Paser Smart City.

Kerjasama pengembangan dan implementasi Paser Smart City antara Bupati Paser dr Fahmi Fadli dengan GM PT Telkom Indonesia Cabang Balikpapan Yoga Istanto ini merupakan lanjutan kerjasama tahun sebelumnya.

Acara penandatanganan dirangkaikan audiensi yang dipandu Kepala Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian (DKISP) Paser Hj Ina Rosana. Selain dihadiri Manajemen PT Telkom Cabang Balikpapan, tampak pula Kepala Bappedalitbag Isnaini, Kabag Kerjasama Abubakar Sidik dan pejabat di lingkungan Pemkab Paser lainnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Paser dr Fahmi Fadli mengatakan Pemkab Paser menaruh perhatian serius dalam pembangunan bidang komunikasi dan informasi.

Dalam Penandatanganan MoU dengan Manajemen PT Telkom Cabang Balikpapan, turut hadir Kepala Bappedalitbag Isnaini, Kabag Kerjasama Abubakar Sidik dan pejabat di lingkungan Pemkab Paser lainnya. Foto: HO/Paser Smart City.
Dalam Penandatanganan MoU dengan Manajemen PT Telkom Cabang Balikpapan, turut hadir Kepala Bappedalitbag Isnaini, Kabag Kerjasama Abubakar Sidik dan pejabat di lingkungan Pemkab Paser lainnya. Foto: HO/Paser Smart City.

"Tidak hanya pengembangan Paser Smart City, tapi juga terus berupaya agar desa-desa yang masih blank spot bisa terjangkau akses komunikasi informasi," kata Fahmi Fadli.

Dengan peningkatan sarana komunikasi akan mendorong kemajuan pembangunan di desa-desa tersebut, yang tentunya menambah daya tarik bagi investor mengembangkan usahanya di Kabupaten Paser.


Apalagi, kata Fahmi Fadli, sejumlah perusahaan besar hadir di Kabupaten Paser, salah satu diantaranya yang saat ini beroperasinya adalah PT Pasir Petroleum.

Untuk diketahui, dari 139 desa di Kabupaten Paser, masih ada beberapa desa yang masih belum terjangkau sinyal telekomunikasi alias blank spot.

Dengan membangun tower pemancar sinyal, Pemkab Paser menargetkan tahun 2023 masalah blank spot di desa-desa tersebut sudah bisa teratasi.

Sementara itu, GM PT Telkom Cabang Balikpapan Yoga Istianto mengatakan Telkom menyambut baik kerjasama pengembangan dan implementasi Paser Smart City.

“Telkom sangat terbuka dan telah menyiapkan tim serta memahami seluk beluk yang dikehendaki oleh Pemerintah Kabupaten Paser dalam proses pembangunan Smart City,” kata Yoga.

Usai acara penandatanganan MoU, Kepala DKISP Hj Ina Rosana menjelaskan bahwa desa-desa di area blank spot telah berkurang banyak, sehingga tinggal beberapa desa lagi yang masih memerlukan perhatian serius.

Bahkan tahun ini, kata Ina Rosana, Desa Belimbing dan Desa Muara Payang akan akan bebas dari masalah blank spot, sedangkan tiga desa lainnya masih perlu ditentukan lokasi yang tepat pembangunan tower pemancar sinyalnya.

"Untuk Belimbing dan Muara Payang sudah bisa dipastikan titik lokasi pembangunan towernya. Tahun ini kita targetkan selesai, kita harapkan mereka segera terbebas dari kondisi blank spot," kata Ina Rosana.


Sedangkan Desa Muara Ande, Keladen dan Muara Toyu, tambah Ina Rosana, masih perlu dipastikan titik lokasi pembangunan tower pemancar sinyalnya.

Setelah tower pemancar selesai dibangun, Ina Rosana berharap ditindaklanjuti perusahaan operator seluler (opsel), guna memberikan jasa layanan komunikasi informasi kepada masyarakat.

Pada awalnya, utamanya di desa-desa yang jumlah penduduknya relatif sedikit, tidak ada perusahaan opsel yang bersedia mengisi layanan jasa telekomunikasi, meskipun tower pemancar sinyalnya sudah dibangunkan Pemkab Paser.

Namun dengan pendekatan untuk memajukan kawasan pedesaan, akhirnya satu per satu desa-desa tersebut dibebaskan dari kondisi blank spot.

"Tower yang kita bangun tahun 2016 misalnya. Awalnya tidak ada opsel yang mau mengisi, tapi begitu Telkomsel mengisi, desa itu semakin ramai dan maju karena banyak warganya yang kembali ke desanya," jelasnya.

Kepala DKISP Hj Ina Rosana (Foto: pojok kanan) setelah penandatanganan berdiskusi dan mengatakan bahwa desa-desa di area blank spot telah berkurang banyak, sehingga tinggal beberapa desa lagi yang masih memerlukan perhatian serius. Foto: HO/Paser Smart City.
Kepala DKISP Hj Ina Rosana (Foto: pojok kanan) setelah penandatanganan berdiskusi dan mengatakan bahwa desa-desa di area blank spot telah berkurang banyak, sehingga tinggal beberapa desa lagi yang masih memerlukan perhatian serius. Foto: HO/Paser Smart City.

Oleh karena itu, tambah Ina Rosana, Pemkab Paser berharap agar perusahaan opsel melihat prospek dua atau tiga tahun kedepan, sekaligus ikut berkontribusi memajukan kawasan pedesaan Kabupaten Paser.

"Di awal pembukaan blank spot pada desa-desa yang relatif sedikit penduduknya memang tidak menguntungkan opsel, tapi itu akan membaik dua atau tiga tahun kedepan," tambahnya.

(Adv/Sarrassani)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar