Apalagi, kata Fahmi Fadli, sejumlah perusahaan besar hadir di Kabupaten Paser, salah satu diantaranya yang saat ini beroperasinya adalah PT Pasir Petroleum.
Untuk diketahui, dari 139 desa di Kabupaten Paser, masih ada beberapa desa yang masih belum terjangkau sinyal telekomunikasi alias blank spot.
Dengan membangun tower pemancar sinyal, Pemkab Paser menargetkan tahun 2023 masalah blank spot di desa-desa tersebut sudah bisa teratasi.
Sementara itu, GM PT Telkom Cabang Balikpapan Yoga Istianto mengatakan Telkom menyambut baik kerjasama pengembangan dan implementasi Paser Smart City.
“Telkom sangat terbuka dan telah menyiapkan tim serta memahami seluk beluk yang dikehendaki oleh Pemerintah Kabupaten Paser dalam proses pembangunan Smart City,” kata Yoga.
Usai acara penandatanganan MoU, Kepala DKISP Hj Ina Rosana menjelaskan bahwa desa-desa di area blank spot telah berkurang banyak, sehingga tinggal beberapa desa lagi yang masih memerlukan perhatian serius.
Bahkan tahun ini, kata Ina Rosana, Desa Belimbing dan Desa Muara Payang akan akan bebas dari masalah blank spot, sedangkan tiga desa lainnya masih perlu ditentukan lokasi yang tepat pembangunan tower pemancar sinyalnya.
"Untuk Belimbing dan Muara Payang sudah bisa dipastikan titik lokasi pembangunan towernya. Tahun ini kita targetkan selesai, kita harapkan mereka segera terbebas dari kondisi blank spot," kata Ina Rosana.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar