DPRD Kota Balikpapan

Pembangunan Rombel dan Unit Sekolah Jadi Fokus Dewan

lihat foto
Budiono,Ditetapkan DPP PDI Perjuangan untuk menjadi Calon Wakil Wali Kota Balikpapan periode 2021-2024. Foto : BorneoFlash.com/DOK.
Budiono,Ditetapkan DPP PDI Perjuangan untuk menjadi Calon Wakil Wali Kota Balikpapan periode 2021-2024. Foto : BorneoFlash.com/DOK.

BorneoFlash.com, Balikpapan - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, Rabu (19/5/2021).

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Budiono mengungkapkan RDP yang berlangsung membahas program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 5 tahun kedepan dengan kepala daerah yang baru.

"Dalam pembahasan RPJMD nanti akan ditetapkan dengan Peraturan Daerah (Perda) RPJMD," ujarnya usai RDP dengan Dinas Pendidikan membahas RPJMD baru-baru ini

Terdapat beberapa poin-poin yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) salah satunya PR RPJMD tahun 2016 dan 2021.

Terdapat lima poin yang menjadi perhatian yaitu pada poin Pertama kendala kekurangan guru.

kedua kekurangan romble,

Rombel adalah kelompok peserta didik yang terdaftar pada satuan kelas

. Ketiga mensinkronkan program Kementerian Pendidikan berganti program dimana program kementrian pendidikan Nadiem saat ini yaitu program merdeka belajar sehingga Harus menyesuaikan


Kempat, guru yang belum linier, nanti akan diikutkan beasiswa untuk Pemasukan guru menjadi linier dan mendapatkan honor sesuai

yang terakhir yaitu anggaran pendidikan yang diberikan rata-rata hanya cukup untuk gaji, jadi tidak menyentuh ke sarana dan prasarana.

"Itu merupakan kekurangan RPJMD 5 tahun kemarin,"tambahnya.

Untuk tindak lanjut hasil RDP tersebut akan dilanjutkan pada RPJMD berikutnya dengan mengacu visi misi kepala daerah yang kemarin menjadi politik,

"Adapun salah satunya yakni, kekurangan rombel itu kami upayakan. Kemudian bagaimana seragam sekolah gratis, itu akan kami masukan di program-program itu. Sama halnya bagaimana dengan insentif guru yang saat ini insentifnya kecil lantaran adanya indikator gurunya tidak linier.

dalam hal ini terdapat program beasiswa untuk guru-guru agar dapat mengikuti program S1.

Kemudian salah satunya pengangkatan guru di pusat, saat ini terdapat program

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (

PPPK). dari Pemerintah Kota juga mengajukan dalam rangka untuk mengatasi- kekurangan guru.

"Tapi yang menjadi fokus terdapat beberapa rombel yang harus kita bangun, dan terdapat beberapa unit sekolah yang akan kami bangun. Itulah beberapa program-program di dalam 5 tahun kedepan," Tutup Budiono.

(BorneoFlash.com/Muhammad Eko)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar