Berita Samarinda Terkini

Harga Bawang di Samarinda Naik Drastis, Pedagang Keluhkan Pasokan dan Cuaca: Apa Penyebabnya?

lihat foto
Stok bawang merah asal Probolinggo yang dijual di salah satu lapak sembako di Pasar Segiri Samarinda, Harga bawang merah mengalami kenaikan dari Rp55 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram dalam beberapa hari terakhir. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Stok bawang merah asal Probolinggo yang dijual di salah satu lapak sembako di Pasar Segiri Samarinda, Harga bawang merah mengalami kenaikan dari Rp55 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram dalam beberapa hari terakhir. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

Jika sebelumnya stok banyak berasal dari Sulawesi, saat ini sebagian besar didatangkan dari Probolinggo dengan ukuran yang relatif lebih besar.

Kondisi serupa terjadi pada bawang putih. Di tingkat grosir, harga per karung melonjak dari sekitar Rp410 ribu menjadi Rp610 ribu. Adapun untuk penjualan eceran, harga bawang putih naik dari Rp30 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.

Meski sempat membuat pembeli terkejut, Alam menilai masyarakat biasanya akan kembali berbelanja setelah beberapa hari jika harga tidak mengalami perubahan lagi.

“Biasanya konsumen memang kaget saat harga baru naik. Namun setelah beberapa hari dan harga tetap berada di level yang sama, mereka akan mulai menyesuaikan kebutuhan belanjanya,” katanya.

Menurut Alam, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi kenaikan harga bawang saat ini. Selain cuaca yang kurang mendukung produksi pertanian, kondisi ekonomi juga disebut turut memberikan dampak terhadap harga di pasaran.

Ia menuturkan, tingginya curah hujan dapat memengaruhi kualitas maupun jumlah hasil panen karena kelembapan yang meningkat. Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah juga dinilai ikut memberi tekanan terhadap harga komoditas yang beredar di pasar. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar