Jika sebelumnya stok banyak berasal dari Sulawesi, saat ini sebagian besar didatangkan dari Probolinggo dengan ukuran yang relatif lebih besar.
Kondisi serupa terjadi pada bawang putih. Di tingkat grosir, harga per karung melonjak dari sekitar Rp410 ribu menjadi Rp610 ribu. Adapun untuk penjualan eceran, harga bawang putih naik dari Rp30 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.
Meski sempat membuat pembeli terkejut, Alam menilai masyarakat biasanya akan kembali berbelanja setelah beberapa hari jika harga tidak mengalami perubahan lagi.
“Biasanya konsumen memang kaget saat harga baru naik. Namun setelah beberapa hari dan harga tetap berada di level yang sama, mereka akan mulai menyesuaikan kebutuhan belanjanya,” katanya.
Menurut Alam, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi kenaikan harga bawang saat ini. Selain cuaca yang kurang mendukung produksi pertanian, kondisi ekonomi juga disebut turut memberikan dampak terhadap harga di pasaran.
Ia menuturkan, tingginya curah hujan dapat memengaruhi kualitas maupun jumlah hasil panen karena kelembapan yang meningkat. Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah juga dinilai ikut memberi tekanan terhadap harga komoditas yang beredar di pasar. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar