BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto meminta harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit naik hingga 10 persen mengikuti kenaikan harga crude palm oil (CPO) dunia.
Amran mengatakan Presiden memberi perhatian khusus kepada sekitar 15 juta petani sawit. Saat menunaikan ibadah haji, ia menerima dua kali panggilan dari Presiden untuk memastikan pemerintah menjaga harga TBS di tingkat petani.
Menurut Amran, harga TBS seharusnya naik karena harga CPO dunia meningkat sekitar 47 persen dan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menguat lebih dari 10 persen. Namun, di sejumlah daerah harga TBS justru sempat turun hingga 17 persen.
"Kami menemukan anomali. Harga CPO dunia dan kurs dolar naik, tetapi harga TBS turun. Karena itu, harga harus kembali normal bahkan naik sekitar 10 persen," ujar Amran di Jakarta, Senin.
Amran menyebut sekitar 70 persen harga TBS di daerah sudah pulih. Pemerintah bersama Satgas Pangan Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) akan mengawal pemulihan harga secara penuh.
Pemerintah juga akan memeriksa sekitar 270 hingga 300 perusahaan kelapa sawit yang diduga belum menyesuaikan harga TBS sesuai ketentuan pemerintah daerah.
"Hari ini kami sepakat tidak ada lagi penurunan harga. Harga TBS harus kembali normal demi melindungi petani sawit," tegas Amran.
Untuk memperkuat pengawasan, Kementerian Pertanian akan mengirimkan data perusahaan yang belum menyesuaikan harga TBS kepada jajaran kepolisian di daerah untuk ditindaklanjuti. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar