Berita Kota Balikpapan

Stafsus Presiden Jemput Aspirasi Daerah, Dorong UMKM Melek AI dan Transformasi Digital

lihat foto
Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Republik Indonesia, Tiar Nabila Karbala, dalam dialog interaktif bersama pelaku UMKM Balikpapan, di Auditorium Balai Kota Balikpapan, pada Sabtu (6/6/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Republik Indonesia, Tiar Nabila Karbala, dalam dialog interaktif bersama pelaku UMKM Balikpapan, di Auditorium Balai Kota Balikpapan, pada Sabtu (6/6/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

“AI bukan lagi teknologi masa depan, tapi sudah menjadi kebutuhan. Banyak manfaatnya untuk membantu UMKM lebih efisien dan produktif,” jelasnya.

Stafsus juga menekankan bahwa transformasi digital erat kaitannya dengan penguatan ekonomi hijau. Pemanfaatan teknologi dinilai mampu meningkatkan efisiensi, sekaligus mengurangi penggunaan kertas dalam proses administrasi dan produksi.

Saat ini, berbagai sektor usaha seperti restoran dan hotel telah menerapkan sistem reservasi melalui email serta pembayaran digital menggunakan QRIS. Hal tersebut menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan transformasi digital, dalam mendukung operasional yang lebih praktis dan ramah lingkungan.

Stafsus menyampaikan apresiasinya atas ruang dialog yang diberikan, untuk menyerap aspirasi pelaku UMKM setempat.

lihat foto
Dialog Interaktif Pelaku UMKM Balikpapan, di Auditorium Balai Kota Balikpapan, pada Sabtu (6/6/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Dialog Interaktif Pelaku UMKM Balikpapan, di Auditorium Balai Kota Balikpapan, pada Sabtu (6/6/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Ia berharap UMKM Balikpapan semakin melek terhadap perkembangan teknologi, baik di tingkat nasional maupun global, dan mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing usaha.

“Kami ingin UMKM di daerah tidak tertinggal. AI dan teknologi digital harus bisa diakses dan dimanfaatkan oleh semua, karena manfaatnya sangat besar untuk desain, laporan keuangan, hingga analisis usaha,” tutupnya.

Melalui pendekatan jemput bola ke daerah, pemerintah berharap kebijakan yang dirumuskan benar-benar berbasis kebutuhan nyata pelaku UMKM, sekaligus mempercepat transformasi digital yang inklusif di seluruh Indonesia. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar