BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Staf Khusus (Stafsus) Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Republik Indonesia, Tiar Nabila Karbala terus menggencarkan kunjungan kerja ke berbagai daerah, untuk menyerap langsung aspirasi pelaku usaha sekaligus mendorong percepatan transformasi digital.
Sejak 2024 hingga pertengahan 2026, tim Stafsus telah mengunjungi sedikitnya 25 kota dan kabupaten di Indonesia, di antaranya Jawa Barat, Aceh, Sumatera Selatan, Yogyakarta, Jawa Timur, hingga Kalimantan Timur. Meski demikian, masih banyak daerah yang akan menjadi target kunjungan selanjutnya.
“Kami datang membawa misi untuk mendengar langsung suara UMKM. Mereka punya kekhawatiran, persoalan, dan harapan yang perlu disampaikan ke pemerintah pusat,” ujarnya dalam dialog interaktif bersama pelaku UMKM Balikpapan, di Auditorium Balai Kota Balikpapan, pada Sabtu (6/6/2026).
Setiap kunjungan menghasilkan laporan dan memo analisis yang disampaikan langsung kepada Presiden, berisi berbagai persoalan riil di lapangan. Mulai dari akses pasar, kendala permodalan, hingga tantangan digitalisasi yang dihadapi pelaku UMKM.
Selain menyerap aspirasi, Stafsus juga berperan sebagai penghubung antara pelaku usaha dengan kementerian terkait. Untuk isu teknologi seperti jaringan internet, kecerdasan buatan (AI), dan marketplace, koordinasi dilakukan dengan kementerian yang membidangi komunikasi dan digital. Sementara untuk isu UMKM, pembahasan dilakukan bersama kementerian teknis terkait.

Dalam berbagai kunjungan, isu kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu topik yang paling banyak diangkat. Pemerintah mendorong agar teknologi ini tidak hanya dinikmati pelaku usaha di kota besar, tetapi juga di daerah.
Melalui koordinasi dengan pemerintah kota, kabupaten, dan provinsi, Stafsus menginisiasi pengumpulan pelaku UMKM untuk diberikan edukasi dasar mengenai AI. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas, mulai dari pembuatan video promosi, desain produk, hingga analisis laporan keuangan dan data usaha.
“AI bukan lagi teknologi masa depan, tapi sudah menjadi kebutuhan. Banyak manfaatnya untuk membantu UMKM lebih efisien dan produktif,” jelasnya.
Stafsus juga menekankan bahwa transformasi digital erat kaitannya dengan penguatan ekonomi hijau. Pemanfaatan teknologi dinilai mampu meningkatkan efisiensi, sekaligus mengurangi penggunaan kertas dalam proses administrasi dan produksi.
Saat ini, berbagai sektor usaha seperti restoran dan hotel telah menerapkan sistem reservasi melalui email serta pembayaran digital menggunakan QRIS. Hal tersebut menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan transformasi digital, dalam mendukung operasional yang lebih praktis dan ramah lingkungan.
Stafsus menyampaikan apresiasinya atas ruang dialog yang diberikan, untuk menyerap aspirasi pelaku UMKM setempat.

Ia berharap UMKM Balikpapan semakin melek terhadap perkembangan teknologi, baik di tingkat nasional maupun global, dan mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing usaha.
“Kami ingin UMKM di daerah tidak tertinggal. AI dan teknologi digital harus bisa diakses dan dimanfaatkan oleh semua, karena manfaatnya sangat besar untuk desain, laporan keuangan, hingga analisis usaha,” tutupnya.
Melalui pendekatan jemput bola ke daerah, pemerintah berharap kebijakan yang dirumuskan benar-benar berbasis kebutuhan nyata pelaku UMKM, sekaligus mempercepat transformasi digital yang inklusif di seluruh Indonesia. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar