Pemkot Samarinda

Pemkot Samarinda Kendalikan Intensitas Pasar Murah demi Jaga Stabilitas Harga

lihat foto
Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tidak akan menggelar program pasar murah secara berlebihan meski sejumlah kebutuhan pokok berpotensi mengalami kenaikan harga.

Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga keseimbangan pasar dan menghindari dampak negatif terhadap pelaku usaha lokal.

Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan intervensi pemerintah melalui pasar murah maupun gerakan pangan murah tetap dilakukan.

Namun pelaksanaannya harus diperhitungkan secara cermat agar tidak menimbulkan tekanan terhadap harga pasar yang berujung pada kondisi deflasi.

Menurutnya, pemerintah harus menjaga keseimbangan antara upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan keberlangsungan usaha para pedagang.

Karena itu, program pangan murah akan tetap berjalan, tetapi dengan intensitas yang terukur.

“Pemerintah tetap melaksanakan pasar murah dan gerakan pangan murah. Namun pelaksanaannya tidak dapat dilakukan secara berlebihan karena berpotensi menekan harga hingga tidak sehat. Oleh sebab itu, kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi pasar,” ujar Marnabas, pada Kamis (4/6/2026).


Marnabas menjelaskan, tantangan pengendalian harga di Samarinda masih cukup besar karena ketergantungan terhadap pasokan bahan pangan dari luar daerah.

Kondisi tersebut membuat harga kebutuhan pokok sangat dipengaruhi situasi di wilayah pemasok, termasuk faktor cuaca dan kelancaran distribusi.

Ia menuturkan, gangguan produksi maupun distribusi di daerah asal dapat langsung berdampak pada ketersediaan dan harga barang di Samarinda. Karena itu, pemerintah terus memantau perkembangan pasokan dari luar daerah sambil memperkuat sektor produksi pangan lokal.

“Yang menjadi perhatian utama adalah memastikan tidak terjadi kelangkaan barang. Selain memantau kondisi pasokan dari daerah lain, kami juga terus mendorong peningkatan produksi lokal agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi,” katanya.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemkot Samarinda terus mengembangkan kapasitas produksi pangan daerah. Salah satu program yang saat ini didorong adalah pengembangan sentra peternakan ayam petelur dan ayam pedaging berskala besar di kawasan Palaran.

Marnabas menegaskan, upaya tersebut bertujuan memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di tengah berbagai tantangan pasokan.

“Kami berupaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang dan stabilitas harga sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik,” tutupnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar