DPRD Kota Bontang

Pelajar Jadi Kurir Narkoba, DPRD Bontang Desak Pengedar Diburu hingga ke Akar Jaringan

lihat foto
Anggota Komisi A DPRD Bontang, Muhammad Yusuf. Foto: BorneoFlash/IST
Anggota Komisi A DPRD Bontang, Muhammad Yusuf. Foto: BorneoFlash/IST

BorneoFlash.com, BONTANG – Keterlibatan pelajar dalam jaringan peredaran narkotika menjadi perhatian serius DPRD Kota Bontang.

Kasus terbaru yang diduga menyeret seorang pelajar SMK sebagai kurir narkoba dinilai sebagai sinyal bahaya yang harus segera ditangani secara menyeluruh.

Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Muhammad Yusuf, menegaskan bahwa pengawasan terhadap generasi muda harus diperkuat dari berbagai lini, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat sekitar.

Menurutnya, aparat penegak hukum harus bertindak tegas dengan memburu dan mengungkap jaringan yang melibatkan pelajar dalam peredaran narkotika. Para pengedar yang memanfaatkan anak-anak sebagai kurir maupun perantara harus ditelusuri hingga ke akar jaringannya.

"Yang jelas pengedarnya harus ditangkap dan ditelusuri. Itu penting. Pengawasan juga harus diperketat, termasuk dari orang tua, sekolah, dan lingkungan," ujarnya, pada Senin (1/6/2026).

Politisi PKB tersebut menilai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja.

Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk memberikan edukasi berkelanjutan mengenai bahaya narkotika kepada para pelajar.

Yusuf berharap sekolah dapat lebih aktif menyosialisasikan dampak buruk narkoba melalui berbagai kegiatan, termasuk saat apel pagi yang rutin dilaksanakan setiap pekan.

"Minimal setiap minggu saat apel pagi disampaikan bahwa narkoba itu berbahaya bagi pelajar. Edukasi seperti itu harus terus dilakukan," katanya.


Selain edukasi, ia juga mendorong pelaksanaan tes urine secara berkala di sekolah sebagai langkah preventif dan deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar.

"Kalau tes urine dilakukan secara rutin, pencegahannya akan lebih efektif. Jangan sampai kita baru mengetahui setelah ada yang tertangkap," tambahnya.

Yusuf mengaku prihatin terhadap kasus yang diduga melibatkan seorang pelajar SMK di Bontang sebagai kurir narkotika.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian pelajar tidak lagi hanya menjadi korban sebagai pengguna, tetapi telah masuk ke dalam rantai peredaran narkoba.

"Informasinya bukan sebagai pemakai, tetapi sebagai kurir. Ini tentu sangat memprihatinkan karena sudah masuk dalam rantai peredaran," ungkapnya.

Lebih lanjut, Yusuf juga menyoroti berbagai persoalan remaja lainnya, seperti pergaulan bebas dan penyimpangan perilaku sosial.

Karena itu, ia mendorong penguatan pendidikan moral dan keagamaan melalui sinergi antara sekolah, keluarga, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keluarga tetap menjadi garda terdepan dalam membentengi anak dari berbagai pengaruh negatif.

"Poin pentingnya ada pada pengawasan orang tua. Anak lebih banyak berada di rumah daripada di sekolah. Karena itu pengawasan harus dimulai dari keluarga, kemudian didukung sekolah dan lingkungan pergaulan yang baik," pungkasnya. (*/Adv)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar