BorneoFlash.com, JAKARTA - Presiden memerintahkan seluruh menteri, kepala badan, dan pimpinan lembaga negara segera membersihkan birokrasi dari praktik pungutan liar serta korupsi yang menghambat perekonomian nasional.
“Saya ingatkan kepada kepala badan, menteri, dan pimpinan lembaga negara untuk segera membersihkan birokrasi masing-masing. Jangan ragu menindak pihak yang melanggar,” kata Presiden dalam pidatonya di hadapan Sidang Paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu.
Presiden menegaskan seluruh institusi pemerintah harus bekerja maksimal untuk menghapus penyalahgunaan wewenang demi memenuhi tuntutan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih.
Presiden juga menegaskan pejabat maupun aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar hukum atau menunjukkan kinerja buruk dapat langsung diganti.
Pemerintah akan memberhentikan atau menonaktifkan ASN yang melakukan penyimpangan untuk memberikan efek jera secara sosial maupun profesional.
Dalam pengawasan internal, Presiden meminta kepala daerah di tingkat kabupaten, kota, hingga provinsi bersinergi membersihkan aparat di wilayah masing-masing secara masif.
Presiden mengungkapkan pemerintah pusat kini memiliki teknologi mutakhir yang mampu memantau dan mendeteksi berbagai bentuk penyelewengan anggaran serta aset dengan cepat.
Pemerintah juga akan mengintegrasikan teknologi pertahanan tingkat tinggi, termasuk radar bawah tanah dan satelit resolusi tinggi, untuk membongkar praktik penyembunyian kekayaan ilegal maupun bunker terselubung.
Di sisi lain, Presiden menyoroti masih adanya oknum aparat berseragam yang melindungi pelaku pelanggaran hukum.
Untuk mengatasi hal tersebut, Presiden meminta masyarakat aktif memanfaatkan gawai untuk mendokumentasikan dan melaporkan langsung tindakan aparat yang menyimpang.
Presiden meyakini mayoritas ASN di Indonesia memiliki integritas yang baik. Namun, pemerintah tetap akan menindak tegas oknum yang merusak reputasi institusi dan merasa kebal terhadap pergantian kepemimpinan politik. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar