BorneoFlash.com, BONTANG – Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto, mendorong adanya mekanisme yang lebih terukur untuk membuka akses kerja bagi lulusan sekolah luar biasa (SLB) dan anak berkebutuhan khusus.
Salah satu langkah yang diusulkan yakni penerbitan surat keterangan kelayakan kerja bagi calon tenaga kerja disabilitas.
Menurut Heri, dokumen tersebut penting sebagai acuan bagi perusahaan dalam memahami kemampuan, potensi, hingga kebutuhan khusus calon pekerja, sehingga proses rekrutmen dapat dilakukan secara lebih tepat dan profesional.
“Perlu ada surat keterangan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) yang menjelaskan bahwa anak ini layak bekerja, lengkap dengan catatan kelebihan dan keterbatasannya. Jadi perusahaan punya gambaran dan tidak melepas begitu saja tanpa pertimbangan,” ujarnya saat melakukan kunjungan ke Autis Center Bontang, pada Selasa (19/5/2026).
Politisi yang akrab disapa Herkes itu menilai surat keterangan tersebut dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Selain membantu penyandang disabilitas memperoleh kesempatan kerja, dokumen itu juga dinilai mampu memberikan rasa aman bagi perusahaan dalam proses penerimaan tenaga kerja.
Ia juga menyinggung amanat regulasi yang mewajibkan perusahaan memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk bekerja. Namun, Herkes mengakui implementasi di lapangan masih belum maksimal karena belum semua perusahaan memenuhi ketentuan tersebut.
“Kalau bicara kepatuhan, memang masih banyak perusahaan yang belum sampai ke sana. Tapi kita terus dorong. Pada dasarnya mereka cukup terbuka, terbukti dari keterlibatan dalam kegiatan pembinaan maupun program CSR,” jelasnya.

Menurutnya, perusahaan besar di Bontang umumnya telah menunjukkan dukungan terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas, meski belum seluruhnya merekrut tenaga kerja disabilitas secara langsung. Sementara itu, perusahaan skala kecil dinilai masih menjadi tantangan tersendiri karena keterbatasan data serta pengawasan.
Untuk memetakan berbagai kendala di lapangan, Komisi A DPRD Bontang bersama Dinas Ketenagakerjaan terus melakukan kunjungan ke sejumlah perusahaan di Kota Taman.
“Kami turun langsung ke perusahaan, mengajak juga dinas terkait, supaya tahu persoalan di lapangan itu seperti apa. Karena setiap perusahaan punya kondisi dan pertimbangan yang berbeda,” tutupnya. (*/Adv)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar