“Revitalisasi bukan hanya membangun bangunan baru, tetapi juga memastikan penataan pasar berjalan lebih baik. Karena itu, komunikasi dengan para pedagang juga harus dilakukan secara maksimal,” tegasnya.
Ia menilai konsep revitalisasi Pasar Segiri saat ini masih belum sepenuhnya matang. Karena itu, pembahasan lebih lanjut kemungkinan masih akan menunggu kondisi keuangan daerah yang lebih memungkinkan.
“Menurut kami, perencanaannya saat ini juga masih perlu dimatangkan kembali. Apalagi situasi efisiensi anggaran membuat proses tersebut kemungkinan masih ditunda sementara,” ucapnya.
Deni menyebut pembahasan lebih rinci terkait revitalisasi kemungkinan baru dilakukan ketika pembahasan anggaran tahun 2027 dimulai dan kondisi fiskal daerah lebih stabil.
DPRD, kata dia, akan meminta penjelasan detail apabila usulan revitalisasi tersebut nantinya diajukan kembali oleh pemerintah kota.
“Ketika kondisi anggaran sudah memungkinkan dan pembahasan tahun 2027 dimulai, tentu rencana tersebut akan dibahas lebih detail. Jika nantinya diajukan, kami akan meminta penjelasan lengkap mengenai konsep dan perencanaannya,” jelasnya.
Selain itu, DPRD Samarinda meminta seluruh proses revitalisasi dilakukan secara terbuka kepada masyarakat. Transparansi dinilai penting agar publik mengetahui konsep pembangunan, penggunaan anggaran, hingga target penyelesaian proyek tersebut.
“Kami berharap seluruh proses revitalisasi dilakukan secara transparan, mulai dari konsep pembangunan, besaran anggaran, hingga target penyelesaiannya, sehingga masyarakat dapat ikut melakukan pengawasan,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar revitalisasi Pasar Segiri nantinya tidak hanya selesai dari sisi pembangunan fisik, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pedagang maupun masyarakat.
“Jangan sampai pembangunan selesai dilakukan, tetapi hasilnya justru tidak mampu dimanfaatkan secara optimal,” pungkasnya. (*/advdprdsamarinda)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar