BorneoFlash.com, SAMARINDA - Revitalisasi Pasar Segiri di Kota Samarinda hingga kini belum dapat direalisasikan di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah.
DPRD Kota Samarinda menilai proyek penataan pasar tradisional tersebut masih membutuhkan perencanaan yang lebih matang sebelum dilaksanakan.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan revitalisasi Pasar Segiri tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata.
Menurutnya, pemerintah juga harus memastikan adanya konsep penataan yang jelas, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan pedagang maupun masyarakat.
Ia menyebut kondisi fiskal daerah saat ini menjadi salah satu faktor yang membuat rencana revitalisasi Pasar Segiri belum memungkinkan untuk direalisasikan dalam waktu dekat.
Meski demikian, peluang pembangunan ulang pasar tersebut dinilai masih terbuka apabila kondisi anggaran daerah sudah lebih stabil.
“Dengan kondisi efisiensi anggaran yang sedang berlangsung saat ini, kemungkinan revitalisasi Pasar Segiri memang belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Namun peluang untuk melaksanakannya di masa mendatang tetap ada,” ujar Deni, pada Senin (18/5/2026).
Menurutnya, DPRD Samarinda hingga kini masih menunggu penjelasan resmi dari Pemerintah Kota Samarinda terkait konsep revitalisasi yang akan diterapkan. Penjelasan tersebut dinilai penting agar DPRD mengetahui arah penataan pasar, termasuk fungsi dan desain pengelolaannya ke depan.
“Hingga saat ini kami masih menunggu pemaparan resmi dari pemerintah kota mengenai konsep revitalisasi tersebut, termasuk seperti apa pola penataan dan fungsi pasar yang akan diterapkan nantinya,” katanya.
Deni menegaskan revitalisasi pasar tidak boleh sekadar menjadi proyek pembangunan tanpa adanya sistem penataan yang jelas. Ia juga menilai komunikasi dengan pedagang harus menjadi bagian penting dalam proses perencanaan agar hasil revitalisasi benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar