“Untuk bantuan tingkat provinsi, rencananya akan diserahkan melalui Islamic Center Samarinda dengan bobot sapi kurang lebih mencapai 1.070 kilogram,” jelasnya.
Sementara itu, dua ekor sapi yang dipersiapkan untuk kawasan IKN masing-masing memiliki berat sekitar 950 kilogram dan 920 kilogram. Adapun jenis sapi yang dipilih terdiri dari simental limosin dan brahman yang dikenal memiliki ukuran tubuh besar dan kualitas unggul.
Meski sudah diusulkan, Fadli menegaskan keputusan akhir terkait lokasi penyaluran tetap menjadi kewenangan Sekretariat Negara.
“Kami hanya menyampaikan usulan. Penetapan lokasi penerima dan mekanisme penyalurannya sepenuhnya ditentukan oleh Sekretariat Negara,” tuturnya.
Ia menambahkan, pemerintah pusat juga mengarahkan agar hewan kurban bantuan Presiden diprioritaskan berasal dari peternak lokal. Kebijakan tersebut dinilai dapat memberikan motivasi bagi peternak daerah untuk terus meningkatkan kualitas dan produktivitas ternak mereka.
“Harapannya para peternak lokal semakin terdorong mengembangkan usaha peternakan, karena hasil ternaknya berpeluang dipilih menjadi bantuan Presiden bagi masyarakat,” ujarnya.
Fadli menilai keterlibatan peternak lokal dalam program bantuan kemasyarakatan Presiden menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kalimantan Timur. Selain membuktikan kualitas ternak daerah, program itu juga membuka peluang pengembangan usaha peternakan yang lebih luas.
“Program ini bukan semata bantuan kurban, tetapi juga bentuk dukungan nyata untuk meningkatkan semangat peternak lokal dalam mengembangkan ternaknya,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar