“Turnamen ini bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga bagaimana menarik orang datang ke Paser untuk bertanding sekaligus mengenal daerah kita. Itu menjadi tujuan utama yang ingin dicapai,” tambahnya.
Panitia juga telah menjalin koordinasi dengan Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia serta sejumlah pihak yang memiliki jaringan internasional guna membantu penyebarluasan prospektus turnamen ke berbagai negara.
Arief menegaskan, panitia akan memberikan pelayanan khusus bagi atlet dan ofisial dari luar negeri yang mengikuti ajang tersebut.
“Kami akan memfasilitasi kebutuhan atlet luar negeri beserta ofisialnya, mulai dari penjemputan, penginapan, hingga akomodasi selama berada di Kabupaten Paser,” ungkapnya.
Untuk venue pertandingan, panitia menetapkan GOR Sadurengas sebagai lokasi utama pelaksanaan PITTC karena dinilai representatif untuk event internasional.

Sejumlah pembenahan juga akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) bersama Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Paser berdasarkan hasil technical delegate.
“Ada beberapa fasilitas yang menjadi perhatian di GOR Sadurengas, mulai dari pencahayaan, sarana toilet, hingga fasilitas pendukung lainnya. Semua akan dibenahi agar memenuhi standar dan siap digunakan,” pungkas Arief. (*/Adv)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar