DPRD Kota Bontang

Ribuan Warga Bontang Belum Tercover BPJS, DPRD Minta Pemerintah Jangan Kaku Soal Aturan

lihat foto
Rapat Komisi A DPRD Bontang membahas tentang masalah banyaknya warga yang belum mendapatkan pelayanan BPJS Kesehatan. Foto: BorneoFlash/IST
Rapat Komisi A DPRD Bontang membahas tentang masalah banyaknya warga yang belum mendapatkan pelayanan BPJS Kesehatan. Foto: BorneoFlash/IST

BorneoFlash.com, BONTANGDPRD Kota Bontang menyoroti sejumlah persoalan dalam pelayanan BPJS Kesehatan, mulai dari masih banyaknya warga yang belum tercover hingga potensi kekurangan anggaran yang dinilai perlu segera diantisipasi pemerintah daerah.

Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Muhammad Yusuf, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 3.800 data masyarakat yang telah diajukan untuk program BPJS gratis. Namun, baru sekitar 1.918 warga yang berhasil tercover.

Kondisi tersebut dinilai menjadi perhatian serius karena masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan jaminan layanan kesehatan.

“Kalau masyarakat tentu tidak mau tahu soal ribet atau tidaknya persyaratan. Jangan sampai saat masyarakat sakit, baru kita menjelaskan kendala administrasi,” ujarnya dalam rapat, pada Senin (11/5/2026).

Menurutnya, persoalan kesehatan merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa diprediksi, sehingga pemerintah diminta lebih fleksibel dalam mengambil kebijakan agar masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan tidak mengalami kesulitan.

“Yang membuat aturan juga manusia. Jadi saya rasa harus ada kebijakan yang bisa diambil supaya aturan jangan terlalu kaku,” katanya.

lihat foto
Anggota Komisi A DPRD Bontang, Muhammad Yusuf. Foto: BorneoFlash/IST
Anggota Komisi A DPRD Bontang, Muhammad Yusuf. Foto: BorneoFlash/IST

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Bakhtiar Mabe, menjelaskan bahwa proses pengusulan peserta program BPJS gratis masih menghadapi sejumlah kendala, terutama pada tahap verifikasi di tingkat provinsi.

Akibatnya, jumlah warga yang tercover belum maksimal meskipun kuota yang tersedia dinilai cukup besar.

“Ranah persetujuannya memang di provinsi. Kami di daerah hanya sebatas mengusulkan data calon penerima,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya melakukan koordinasi agar proses verifikasi dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan bisa segera terakomodasi dalam program BPJS gratis. (*/Adv)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar