Pemprov Kaltim

Hotel Claro Pandurata Mulai Ramai Pengunjung, Pemprov Kaltim Optimistis Dongkrak PAD

lihat foto
Hotel Atlet yang sekarang menjadi Hotel Claro Pandurata. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Hotel Atlet yang sekarang menjadi Hotel Claro Pandurata. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai memaksimalkan pengelolaan aset daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satunya melalui pengoperasian kembali Hotel Atlet yang kini berganti nama menjadi Hotel Claro Pandurata di kawasan GOR Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda.

Hotel yang sebelumnya lama tidak difungsikan itu kini dibuka untuk masyarakat umum dan dikelola oleh Perusahaan Daerah Melati Bhakti Satya (MBS). Meski baru berjalan sekitar satu bulan, tingkat hunian hotel disebut sudah mencapai sekitar 90 persen.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim, Ahmad Muzakkir, mengatakan hotel tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif setelah sekitar 17 tahun terbengkalai.

“Kami terus membangun koordinasi dengan pihak pengelola, terutama dalam upaya promosi. Beberapa waktu lalu promosi juga dilakukan melalui media sosial dan saat ini tingkat okupansi hotel sudah mencapai sekitar 90 persen,” ujarnya pada Jumat (8/5/2026).

Menurut Muzakkir, capaian tersebut akan diikuti dengan pengembangan sejumlah fasilitas tambahan guna meningkatkan daya saing hotel.

Pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai konsep fasilitas pendukung modern, mulai dari restoran, kafe, rooftop, hingga pusat olahraga terpadu.

“Apabila pengelolaannya dilakukan secara optimal, tentu potensi kontribusinya terhadap PAD akan sangat besar,” katanya.


Ia menilai kondisi berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat membuat pemerintah daerah harus lebih inovatif dalam memanfaatkan aset yang dimiliki sebagai sumber pemasukan baru.

Karena itu, optimalisasi aset tidak hanya difokuskan pada Hotel Claro Pandurata, tetapi juga mencakup berbagai aset milik Pemprov Kaltim lainnya yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Kami mengelola aset-aset daerah yang belum digunakan OPD, termasuk sejumlah gedung di kawasan Jalan Jakarta Samarinda yang dapat disewakan untuk kegiatan pemerintahan maupun agenda lainnya,” jelas Muzakkir.

Selain gedung, Pemprov Kaltim juga mengelola berbagai fasilitas olahraga seperti lapangan tenis dan lapangan bulu tangkis di kawasan Jalan Letjen Suprapto atau Vorvo Samarinda yang kini mulai disewakan kepada masyarakat.

“Pendapatan dari penyewaan fasilitas olahraga tersebut nantinya akan langsung masuk ke kas daerah,” terangnya.

Muzakkir memastikan seluruh tarif pemanfaatan aset pemerintah ditetapkan berdasarkan hasil penilaian resmi dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) maupun Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), sehingga tidak ditentukan secara sepihak oleh BPKAD.

“Penetapan nilai sewa seluruh aset dilakukan berdasarkan mekanisme penilaian resmi pemerintah. Seluruh aset yang sudah diperbaiki dan dimanfaatkan akan terus dioptimalkan guna mendukung peningkatan PAD Kalimantan Timur,” pungkasnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar