“Kalau melihat laporan yang ada, investasi kita sudah di atas Rp3 triliun. Itu capaian yang bagus, tetapi saya yakin masih bisa didorong lebih tinggi lagi dengan kerja yang lebih maksimal,” katanya.
Rustam menegaskan, DPMPTSP tidak cukup hanya menunggu investor datang. Pendekatan yang lebih proaktif perlu dilakukan, termasuk menerapkan strategi jemput bola dengan menawarkan langsung berbagai potensi investasi yang dimiliki Kota Bontang.
“Saya berharap teman-teman di DPMPTSP bisa lebih giat lagi mencari peluang investasi dan menghadirkan investor ke Bontang,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Aspiannur, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menarik minat investor.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menawarkan kerja sama pembangunan pelabuhan peti kemas kepada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) saat kunjungan kerja ke Makassar beberapa waktu lalu.

“Kemarin Penjabat Sekretaris Daerah sudah memaparkan potensi kawasan peruntukan industri serta rencana pengembangan infrastruktur pendukung, khususnya pelabuhan,” ujar Aspiannur.
Menurutnya, pengembangan infrastruktur strategis tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat daya tarik investasi. Langkah ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta menjaga pertumbuhan ekonomi daerah tetap positif.
Pemerintah Kota Bontang optimistis, dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan promosi investasi yang lebih agresif, potensi daerah dapat semakin dikenal sehingga mampu menarik lebih banyak investor untuk menanamkan modalnya di Kota Taman. (*/Adv)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar