Menanggapi hal itu, Halili memastikan seluruh aspirasi akan ditindaklanjuti. Ia menyebut perbaikan drainase di RT 05 telah masuk dalam perencanaan sistem dan disiapkan anggaran sekitar Rp250 juta. “Lokasinya sudah diukur, insyaallah akan kita realisasikan. Ini menjadi prioritas,” tegasnya.
Terkait persoalan sampah, ia bahkan menawarkan solusi cepat dengan membangun bak sampah secara langsung, asalkan tersedia lahan. “Kalau lahannya ada, tidak perlu menunggu lama. Kita bisa langsung bangun,” ujarnya.
Untuk masalah air bersih yang kerap keruh, Halili menjelaskan akan berkoordinasi dengan PTMB untuk melakukan pembersihan filter jaringan distribusi. Ia mencontohkan kasus serupa di RT 28 yang sudah berhasil diatasi.
Selain itu, ia juga berencana mengadakan satu unit ambulans untuk Kelurahan Gunung Samarinda guna menunjang kebutuhan darurat warga.
Di sektor pendidikan, Halili mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur praktik percaloan dalam penerimaan siswa baru, khususnya jenjang SMA/SMK yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. “Anak-anak harus fokus belajar. Jangan banyak bermain gadget,” pesannya.

Melalui reses ini, Halili menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus memastikan pembangunan di tingkat lingkungan berjalan merata dan tepat sasaran.
Turut hadir mendengarkan aspirasi warga dari perwakilan PTMB, Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Bidang Jalan Jembatan, Hana; Perwakilan Kelurahan Gunung Samarinda, Zaldi; Bhabinkamtibmas Gunung Samarinda, Bripka Fauzan; Babinsa Gunung Samarinda, Sertu Suratno; Ketua RT 05 dan RT 17 Kelurahan Gunung Samarinda. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar