Tips Kesehatan

Penggunaan Obat Pereda Nyeri Berlebihan Mengancam Kesehatan Ginjal

lihat foto
Ilustrasi - Obat-obatan 
Ilustrasi - Obat-obatan 

Cedera ginjal akut merupakan salah satu risiko yang dapat dialami oleh pengguna obat pereda nyeri secara rutin.

Kelompok yang paling rentan pada mereka yang sudah memiliki fungsi ginjal yang lemah atau tidak optimal.

Dokter Manan juga menjelaskan konsep yang dikenal sebagai “triple whammy,” yaitu kondisi ketika seseorang mengonsumsi diuretik (seperti lasix atau dytor) bersamaan dengan obat tekanan darah (seperti telmisartan, enalapril, atau ramipril).

Ini merupakan risiko yang sudah dikenal dalam dunia nefrologi. Masing-masing obat tersebut dapat sedikit menurunkan aliran darah ke ginjal.

Namun, jika dikombinasikan, efeknya menjadi jauh lebih berbahaya karena secara bersamaan dapat menurunkan aliran darah secara signifikan, memberikan tekanan mendadak pada ginjal, dan meningkatkan risiko kerusakan serius.

Kondisi ini semakin berbahaya karena banyak orang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal tahap awal, dan sudah mengonsumsi obat yang memengaruhi aliran darah ke ginjal. Menambahkan obat pereda nyeri dalam kondisi ini bisa semakin meningkatkan risiko.

Dokter Manan juga membagikan beberapa panduan dalam mengonsumsi obat pereda nyeri seperti gunakan dosis efektif terendah dalam waktu sesingkat mungkin, jika memiliki hipertensi, diabetes, atau penyakit ginjal, hindari NSAID yang dijual bebas kecuali atas saran dokter.

“Nyeri yang berlangsung lebih dari 3–5 hari sebaiknya diperiksakan ke dokter, bukan diatasi dengan menambah dosis obat,” imbuh dia. (*/ANTARA)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar