Pemkot Samarinda

Pemkot Samarinda Buka Peluang Kafe di Teras Samarinda untuk Dongkrak PAD

lihat foto
Kawasan Parkir Teras yang sudah ada beberapa kafe buka. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Kawasan Parkir Teras yang sudah ada beberapa kafe buka. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda membuka kesempatan bagi pengelola untuk menghadirkan usaha kafe di kawasan Teras Samarinda. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengoptimalkan fungsi ruang publik sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan pengelolaan Teras Samarinda saat ini dijalankan oleh Varia Niaga melalui pola kerja sama dengan pemerintah daerah. Dalam mekanisme tersebut, terdapat kewajiban kontribusi yang masuk ke kas daerah.

“Selama ini pengelolaan kawasan diserahkan kepada Varia Niaga melalui perjanjian kerja sama. Di dalamnya juga diatur mengenai kontribusi terhadap PAD,” ujar Marnabas, pada Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan, keberadaan kafe di kawasan tersebut diperbolehkan selama tetap mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Penataan dilakukan agar area publik dan fasilitas parkir tetap dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

“Kami memberikan ruang untuk operasional kafe, namun tetap dalam pengawasan agar tidak berkembang tanpa kendali. Penataan harus dilakukan supaya kawasan tetap tertib dan fungsi utamanya tidak terganggu,” jelasnya.

lihat foto
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

Menurut dia, kehadiran usaha kuliner dan kegiatan penunjang lain menjadi bagian dari strategi menghidupkan kawasan tersebut. Teras Samarinda diharapkan tidak hanya menjadi ruang terbuka bagi masyarakat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan daya tarik wisata kota.

“Kawasan ini harus terus menghadirkan terobosan baru. Jika tidak ada pembaruan, minat masyarakat untuk berkunjung tentu akan menurun,” katanya.

Selain menambah daya tarik kawasan, meningkatnya jumlah pengunjung juga diyakini akan berdampak positif terhadap penerimaan daerah, khususnya dari sektor retribusi parkir serta perputaran ekonomi di lingkungan sekitar. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar