Pemkab Kutai Kartanegara

MBG di Kukar: Efektivitas Konsumsi dan Waktu Distribusi Jadi Catatan

lihat foto
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Pujianto. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Pujianto. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana

Ia menegaskan, keterlambatan meski tidak besar tetap berdampak pada aktivitas belajar. Sekolah harus menyesuaikan waktu pembagian, bahkan berisiko mengganggu jam pelajaran.

“Seharusnya datang sebelum istirahat. Kalau datang setelah istirahat, pasti mengganggu,” tegas Pujianto. 

Selain waktu, kecocokan menu juga turut memengaruhi tingkat konsumsi. Selera siswa yang berbeda membuat tidak semua makanan dapat diterima dengan baik.

Dalam hal ini, Pujianto menilai keberhasilan MBG tidak bisa hanya diukur dari jumlah makanan yang tersalurkan ke sekolah.

“Bukan hanya sampai atau tidak, tapi apakah dimakan atau tidak. Itu juga harus jadi ukuran,” sebutnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan program di sekolah yang sudah menjadi sasaran sejauh ini tetap berjalan. Namun persoalan berikutnya adalah pemerataan.

“Masih banyak sekolah yang sampai saat ini belum jadi sasaran MBG,” bebernya. 

Dengan kondisi tersebut, pelaksanaan MBG di Kukar dinilai masih membutuhkan penyesuaian, baik dari sisi waktu distribusi maupun efektivitas konsumsi, agar program tidak hanya berjalan secara teknis, tetapi juga tepat sasaran. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar