BorneoFlash.com, KUKAR – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Disdikbud Kutai Kartanegara (Kukar), Pujianto, menegaskan bahwa kegiatan parenting menjadi agenda penting dalam upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai layanan dan pemenuhan hak anak usia dini di Kukar.
“Parenting ini kegiatan rutin tahunan kita. Tujuannya untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait layanan dan hak anak usia dini,” ujar Pujianto, pada Sabtu (15/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan parenting tidak berdiri sendiri, melainkan melibatkan kolaborasi berbagai OPD, termasuk Dinas Kesehatan dan Dukcapil.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan layanan PAUD berjalan menyeluruh, mulai dari kesehatan, gizi, hingga identitas kependudukan.
“Kita berkolaborasi dengan OPD terkait, kecamatan, desa, dan kelurahan. Dengan Dukcapil, kita fokus pada pemenuhan KIA, dan Alhamdulillah progresnya sangat baik,” tambahnya.
Tahun ini parenting mengusung tiga tema: wajib belajar satu tahun PAUD sebelum SD, transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, dan PAUD holistik integratif. Pujianto menegaskan bahwa ke depan, anak yang akan masuk SD diprioritaskan yang memiliki sertifikat PAUD.
“Ini sudah jadi kebijakan nasional. Jadi anak yang mau masuk SD harus terlebih dahulu bersekolah di PAUD. Yang punya sertifikat akan diutamakan, kalau tidak, bisa ditunda dulu,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi capaian Bunda PAUD Kukar yang meraih penghargaan nasional Kriyata Dharma Pratama.
“Ini luar biasa. Dari 513 kabupaten/kota, kita masuk sebagai salah satu penerima. Apalagi Bunda PAUD kita baru enam bulan bertugas. Ini menunjukkan semangat dan kepedulian beliau terhadap PAUD,” kata Pujianto.






