BorneoFlash.com, KUKAR - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berjalan di sejumlah sekolah di Kutai Kartanegara (Kukar). Namun di lapangan, pelaksanaannya belum sepenuhnya mulus, terutama terkait efektivitas konsumsi dan ketepatan waktu distribusi.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Pujianto, menyebut program ini sudah berjalan sesuai mekanisme. Sekolah menerima makanan, kemudian membagikannya kepada siswa.
“Kalau sekolah itu hanya menerima, kemudian membagikan kepada anak-anak, lalu mengumpulkan kembali omprengnya. Sebatas itu,” ucap Pujianto, pada Senin (27/4/2026).
Meski distribusi berjalan, ia mengakui tidak semua makanan yang dibagikan benar-benar dikonsumsi. Kondisi ini paling banyak terjadi pada siswa kelas rendah di sekolah dasar.
“Anak-anak kelas rendah ini banyak bersisa. Mereka di rumah sudah makan, lalu di sekolah dapat MBG lagi, sementara jam 10 sudah pulang,” jelasnya.
Menurutnya, waktu pembagian menjadi salah satu faktor utama. Makanan yang datang di pagi hari sering kali belum sesuai dengan kebutuhan konsumsi siswa yang sebagian besar sudah sarapan dari rumah.
Di sisi lain, jadwal distribusi yang terbatas juga menjadi tantangan tersendiri. Pengantaran yang hanya berada dalam rentang waktu tertentu membuat potensi keterlambatan sulit dihindari.
“Pengantaran antara jam 9 sampai 10, memang rentangnya di situ. Jadi kalau ada keterlambatan ya dimungkinkan,” ujarnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar