Pemkot Samarinda

Samarinda Bangun Sodetan ke Mahakam untuk Atasi Genangan

lihat foto
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus menyiapkan langkah lanjutan untuk menanggulangi genangan air yang masih kerap muncul di sejumlah kawasan saat hujan deras. 

Salah satu program yang akan dikerjakan tahun ini ialah pembangunan saluran pembuangan air baru yang langsung terhubung ke Sungai Mahakam.

Saluran tersebut dirancang untuk mengalirkan debit air dari kawasan Jalan Gunung Cermai dan wilayah sekitarnya, yang selama ini sering terdampak limpasan air ketika intensitas hujan meningkat.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan bahwa proyek tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat aliran air keluar dari kawasan permukiman menuju sungai utama.

“Pada tahun ini kami merencanakan pembangunan sodetan atau saluran air baru dari kawasan Cermai yang diarahkan langsung menuju Sungai Mahakam,” ujarnya, pada Sabtu (25/4/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan jalur tersebut juga ditujukan untuk mengurangi potensi genangan di kawasan Dirgahayu dan daerah sekitar yang selama ini kerap menjadi titik rawan saat hujan turun.


Selain menyiapkan saluran baru, pemerintah kota juga menyoroti kondisi drainase di sejumlah ruas jalan. Salah satu yang menjadi perhatian ialah kawasan Jalan Gajah Mada, di mana saluran air mengalami pendangkalan akibat penumpukan lumpur dan sedimen.

Menurut Andi Harun, fungsi drainase saat ini tidak hanya menyalurkan air hujan, tetapi juga membawa material lumpur sehingga endapan di dalam saluran lebih cepat terbentuk.

“Drainase saat ini tidak hanya berfungsi mengalirkan air, tetapi juga membawa lumpur. Kondisi tersebut menyebabkan sedimen cepat menumpuk di dalam saluran,” katanya.

Ia menambahkan, keadaan itu membuat pembersihan drainase harus dilakukan secara rutin agar aliran air tetap lancar dan tidak menimbulkan hambatan ketika hujan deras terjadi.

Meski demikian, luasnya jaringan drainase di Samarinda serta keterbatasan tenaga di lapangan menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan.

Karena itu, pemerintah kota menilai penanganan banjir dan genangan perlu dilakukan secara terpadu di semua tingkatan wilayah.

“Pekerjaan ini harus dilaksanakan secara paralel, mulai dari lingkungan RT, kelurahan, kecamatan, hingga pemerintah kota,” tutupnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar