Opini

Bagaimana Islam Memastikan Setiap Individu Hidup Sejahtera?

lihat foto
Ilustrasi by Freepick.
Ilustrasi by Freepick.

Kemiskinan Struktural
Dalam konteks yang lebih luas, kondisi ini menggambarkan adanya persoalan struktural dalam sistem ekonomi yang diterapkan. Dalam sistem kapitalisme sekuler, distribusi kekayaan sering kali tidak merata. 

Kekayaan cenderung terakumulasi pada kelompok tertentu yang memiliki akses terhadap modal dan sumber daya, sementara sebagian besar masyarakat berada dalam kondisi ekonomi yang stagnan. Hal ini menyebabkan kesenjangan sosial antara kelompok kaya dan miskin menjadi semakin lebar, sebagaimana sering dibahas dalam literatur ekonomi modern.

Konsep Kesejahteraan Berbasis Sistem Islam
Berbeda dengan pendekatan tersebut, Islam memiliki konsep kesejahteraan yang lebih mendasar dan berorientasi pada individu. Dalam Islam, kesejahteraan tidak diukur dari rata-rata statistik semata, melainkan dari terpenuhinya kebutuhan setiap individu secara layak.

Artinya, negara tidak hanya fokus pada angka makro, tetapi memastikan bahwa setiap orang mampu memenuhi kebutuhan pokoknya seperti pangan, sandang, dan papan.

Konsep ini memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Hasyr ayat 7:

مَآ اَفَاۤءَ اللّٰهُ عَلٰى رَسُوْلِهٖ مِنْ اَهْلِ الْقُرٰى فَلِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ كَيْ لَا يَكُوْنَ دُوْلَةً ۢ بَيْنَ الْاَغْنِيَاۤءِ مِنْكُمْۗ وَمَآ اٰتٰىكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰىكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْاۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِۘ ۝

Artinya; “Apa saja (harta yang diperoleh tanpa peperangan) yang dianugerahkan Allah kepada Rasul-Nya dari penduduk beberapa negeri adalah untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan. (Demikian) agar harta itu tidak hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah. Apa yang dilarangnya bagimu tinggalkanlah. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya."

Yang menegaskan bahwa harta tidak boleh hanya beredar di kalangan orang-orang kaya saja. Ayat ini menjadi prinsip penting dalam distribusi kekayaan agar tidak terjadi penumpukan pada segelintir kelompok.

Selain itu, negara dalam sistem Islam memiliki peran aktif dalam menjamin kesejahteraan rakyatnya. Negara bertanggung jawab menyediakan lapangan kerja, membuka akses ekonomi, serta membangun infrastruktur yang mendukung aktivitas masyarakat.

Jika individu tidak mampu memenuhi kebutuhannya, negara wajib turun tangan melalui mekanisme seperti zakat, sedekah, dan pengelolaan sumber daya alam untuk kepentingan umum.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar