Andi Harun menilai, hasil tersebut menunjukkan bahwa berbagai langkah pembenahan yang telah dilakukan mulai memberikan dampak nyata. Bahkan, Samarinda dinilai mampu melampaui sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur.
Ia menegaskan bahwa capaian ini didasarkan pada hasil penelitian yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Hasil ini bersumber dari kajian yang objektif. Kami bersyukur dapat menempati posisi tiga besar nasional serta menjadi salah satu daerah dengan kinerja terbaik di Kalimantan Timur, bahkan melampaui capaian di tingkat provinsi,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar prestasi tersebut tidak membuat pemerintah kota terlena. Evaluasi dan perbaikan tetap harus dilakukan, terutama dengan memperkuat sinergi lintas sektor.
Lebih lanjut, ia menyoroti sektor ketahanan pangan sebagai salah satu potensi yang masih perlu dikembangkan secara optimal. Ia menyebut sejumlah komoditas lokal memiliki peluang besar untuk ditingkatkan, seperti pisang, aren, dan beras gogo yang dinilai sesuai dengan kondisi lahan di wilayah tersebut.
“Potensi di sektor pangan cukup besar dan perlu terus dikembangkan agar menjadi komoditas unggulan yang memiliki daya saing luas,” tutupnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar