Pemkot Samarinda

Samarinda Bertengger di Posisi Tiga Nasional IDSD 2025

zoom-inlihat foto
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Samarinda kembali mencatatkan capaian positif di tingkat nasional. Dalam rilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ibu kota Kalimantan Timur tersebut berhasil meraih nilai 4,32 dan menempati posisi ketiga untuk kategori kota maju di luar Pulau Jawa.

Peringkat ini menempatkan Samarinda berada di bawah Medan dan Banjarmasin. Hasil tersebut sekaligus menjadikan Samarinda sebagai satu-satunya perwakilan dari Kalimantan Timur yang berhasil masuk dalam tiga besar nasional.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan buah dari kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperbaiki sistem pemerintahan serta mendorong inovasi layanan publik.

Menurutnya, penghargaan tersebut mencerminkan kerja kolektif yang dilakukan secara konsisten oleh berbagai pihak.

“Capaian ini merupakan hasil dari upaya yang dilakukan secara sungguh-sungguh oleh jajaran pemerintah kota, dengan dukungan penuh dari masyarakat, khususnya dalam pembenahan tata kelola pemerintahan serta penguatan inovasi pelayanan publik,” ujarnya, pada Kamis (16/4/2026).

IDSD sendiri merupakan alat ukur yang disusun oleh BRIN untuk menilai tingkat daya saing suatu daerah sebagai dasar perumusan kebijakan. Penilaian dilakukan melalui 12 indikator utama, yang mencakup produktivitas, keberlanjutan, hingga aspek inklusivitas.


Andi Harun menilai, hasil tersebut menunjukkan bahwa berbagai langkah pembenahan yang telah dilakukan mulai memberikan dampak nyata. Bahkan, Samarinda dinilai mampu melampaui sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur.

Ia menegaskan bahwa capaian ini didasarkan pada hasil penelitian yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Hasil ini bersumber dari kajian yang objektif. Kami bersyukur dapat menempati posisi tiga besar nasional serta menjadi salah satu daerah dengan kinerja terbaik di Kalimantan Timur, bahkan melampaui capaian di tingkat provinsi,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar prestasi tersebut tidak membuat pemerintah kota terlena. Evaluasi dan perbaikan tetap harus dilakukan, terutama dengan memperkuat sinergi lintas sektor.

Lebih lanjut, ia menyoroti sektor ketahanan pangan sebagai salah satu potensi yang masih perlu dikembangkan secara optimal. Ia menyebut sejumlah komoditas lokal memiliki peluang besar untuk ditingkatkan, seperti pisang, aren, dan beras gogo yang dinilai sesuai dengan kondisi lahan di wilayah tersebut.

“Potensi di sektor pangan cukup besar dan perlu terus dikembangkan agar menjadi komoditas unggulan yang memiliki daya saing luas,” tutupnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar