BorneoFlash.com, SAMARINDA — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda mulai mempersiapkan pengamanan menjelang rencana aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026.
Aksi tersebut diperkirakan melibatkan ribuan peserta dan akan dipusatkan di dua lokasi, yakni Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur dan Kantor Gubernur Kalimantan Timur.
Langkah pengamanan dilakukan guna memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat dapat berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu ketertiban umum.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menyampaikan bahwa pihaknya telah memantau rencana aksi yang akan digelar oleh aliansi masyarakat Kalimantan Timur.
“Kami telah memonitor rencana aksi 21 April. Informasi sementara, aksi akan berlangsung di Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur dan Kantor Gubernur Kalimantan Timur,” ujarnya, pada Rabu (15/4/2026).
Ia menegaskan bahwa pengamanan aksi merupakan bagian dari tugas kepolisian dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
Personel kepolisian akan disiagakan untuk mengawal jalannya kegiatan.
“Kami akan melaksanakan pengamanan agar kegiatan unjuk rasa berjalan aman, tertib, dan kondusif,” jelasnya.
Selain menyiapkan pengamanan, kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya peserta aksi, untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Hendri menekankan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara, namun harus dilakukan secara damai dan sesuai ketentuan.
“Kami mengimbau masyarakat menjaga kondusivitas serta menyampaikan pendapat secara santun dan sesuai aturan,” tegasnya.
Terkait jumlah peserta aksi, kepolisian masih terus melakukan pemantauan karena waktu pelaksanaan masih beberapa hari ke depan. Jumlah massa yang hadir masih berpotensi berubah.
“Jumlah peserta masih kami pantau dan dapat bertambah maupun berkurang,” ungkapnya.
Apabila jumlah peserta cukup besar, Polresta Samarinda membuka kemungkinan untuk meminta dukungan tambahan personel dari Polda Kalimantan Timur.
Personel tambahan tersebut dapat berasal dari sejumlah satuan, seperti Dalmas, Samapta, hingga Brimob, guna memastikan pengamanan berjalan optimal.
“Jika massa cukup besar, kami akan meminta dukungan personel tambahan dari Polda Kalimantan Timur,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar