Sementara itu, pihak operator menyatakan akan mengikuti arahan pemerintah daerah dengan menunda operasional untuk sementara waktu.
Perwakilan perusahaan, Adi, mengatakan pihaknya menghormati keputusan tersebut dan akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait guna melengkapi seluruh persyaratan.
“Kami patuh pada aturan. Untuk sementara kami hentikan dulu operasional sambil menunggu kejelasan regulasi,” Rendi.
Ia berharap proses penyusunan aturan dapat berjalan lebih cepat sehingga layanan bisa segera beroperasi tanpa melanggar ketentuan yang berlaku.
“Harapannya tentu bisa lebih cepat. Tidak apa-apa di awal agak rumit, yang penting ke depannya lebih jelas,” tambahnya.
Di sisi lain, Koordinator Lapangan Bajaj dan MaxRide wilayah Kalimantan, Adhi, menyebut layanan serupa telah beroperasi di sejumlah kota besar di Indonesia.
“Untuk Kalimantan Timur, ini yang pertama di Tenggarong. Kami sudah uji coba beberapa hari dan respons masyarakat cukup baik. Tapi kami akan tetap mengikuti arahan pemerintah untuk melengkapi semua persyaratan,” pungkasnya. (*)

Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar