Pemkab Kutai Kartanegara

Pemkab Kukar Tahan Operasional MaxRide Meski Kantongi Izin Pusat

zoom-inlihat foto
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana

Sementara itu, pihak operator menyatakan akan mengikuti arahan pemerintah daerah dengan menunda operasional untuk sementara waktu.

Perwakilan perusahaan, Adi, mengatakan pihaknya menghormati keputusan tersebut dan akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait guna melengkapi seluruh persyaratan.

“Kami patuh pada aturan. Untuk sementara kami hentikan dulu operasional sambil menunggu kejelasan regulasi,” Rendi. 

Ia berharap proses penyusunan aturan dapat berjalan lebih cepat sehingga layanan bisa segera beroperasi tanpa melanggar ketentuan yang berlaku.

“Harapannya tentu bisa lebih cepat. Tidak apa-apa di awal agak rumit, yang penting ke depannya lebih jelas,” tambahnya.

Operasional Bajaj MaxRide di Tenggarong. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Operasional Bajaj MaxRide di Tenggarong. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana

Di sisi lain, Koordinator Lapangan Bajaj dan MaxRide wilayah Kalimantan, Adhi, menyebut layanan serupa telah beroperasi di sejumlah kota besar di Indonesia.

“Untuk Kalimantan Timur, ini yang pertama di Tenggarong. Kami sudah uji coba beberapa hari dan respons masyarakat cukup baik. Tapi kami akan tetap mengikuti arahan pemerintah untuk melengkapi semua persyaratan,” pungkasnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar