BorneoFlash.com, KUKAR - Sudah berbulan-bulan bus sekolah yang biasa melayani pelajar dari Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong, tidak lagi beroperasi.
Kondisi ini membuat siswa SMP hingga SMA yang bersekolah di pusat kota Tenggarong harus mencari cara lain untuk bisa berangkat dan pulang sekolah.
Padahal sebelumnya, bus tersebut menjadi andalan. Setiap pagi, pelajar diantar menuju sekolah, lalu dijemput kembali saat jam pulang.
Kini, ketiadaan layanan itu mulai dirasakan sebagai beban tambahan, terutama bagi mereka yang tidak memiliki akses transportasi pribadi.
Kepala Dinas Perhubungan Kutai Kartanegara, Ahmad Junaidi, menjelaskan bahwa perubahan sistem pengelolaan menjadi salah satu faktor di balik kondisi ini.
Ia menyebutkan, pengelolaan bus sekolah yang sebelumnya berada di bawah Dinas Perhubungan kini telah dialihkan ke pemerintah kecamatan hingga desa atau kelurahan.
“Pengalihan ini sebenarnya supaya pengelolaan lebih efektif, karena pemerintah kecamatan dan desa lebih dekat dengan masyarakat dan bisa mengawasi operasional secara langsung,” ujarnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar