Erupsi keempat terjadi pada pukul 06.10 WIB, dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 1 kilometer di atas puncak.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat laut. Aktivitas ini tercatat dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 169 detik.
Sigit menjelaskan, status aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini berada pada Level III (Siaga). Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat.
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak. Selain itu, warga juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer.
“Warga juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak karena rawan terhadap lontaran batu pijar,” ujarnya.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak Semeru. Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai dari Besuk Kobokan. (*/ANTARA)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar