BorneoFlash.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah berpeluang kembali menguat dalam waktu dekat seiring mulai masuknya aliran dana asing ke pasar obligasi Indonesia.
Purbaya mengatakan pemerintah terus mengambil langkah untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik di tengah tekanan global dan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui pembelian obligasi di pasar sekunder guna menjaga kepercayaan investor.
“Rupiah tidak akan bertahan di level ini terlalu lama. Kita sudah melihat ada perbaikan sentimen di pasar obligasi. Dana mulai masuk ke sini, dan saya pikir ke depan akan lebih banyak lagi yang masuk sehingga rupiah akan menguat,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta, pada Selasa (20/5/2026).
Meski demikian, pada penutupan perdagangan hari ini rupiah tercatat masih melemah 38 poin atau 0,22 persen menjadi Rp17.706 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp17.668 per dolar AS.
Menurut Purbaya, pemerintah mulai melakukan intervensi di pasar obligasi sejak pekan lalu untuk meredam tekanan pasar sekaligus menjaga stabilitas keuangan nasional. Langkah tersebut disebut mulai menunjukkan hasil dengan menurunnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar