Pemkot Samarinda

Tak Sekadar Speedboat, Armada Baru BPBD Samarinda Siap Hadapi Situasi Darurat

lihat foto
Speadboat Baru BPBD Kota Samarinda. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Speadboat Baru BPBD Kota Samarinda. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

Dari sisi performa, speedboat ini dilengkapi dua mesin outboard berdaya masing-masing 85 HP. Dengan dukungan mesin tersebut, kapal mampu mencapai kecepatan operasional sekitar 28 hingga 30 knot, sehingga memungkinkan penanganan keadaan darurat dilakukan secara lebih cepat.

Kapasitas maksimal armada ini mencapai tujuh orang. Namun, desain ruang di dalam kapal lebih difokuskan untuk mendukung mobilitas tim penyelamat serta penempatan peralatan evakuasi, bukan untuk mengangkut penumpang dalam jumlah besar.

Warso menambahkan bahwa penggunaan material aluminium menjadi salah satu pembeda utama dibandingkan speedboat konvensional yang umumnya menggunakan bahan fiber.

“Pemilihan material aluminium marine dilakukan karena memiliki daya tahan yang lebih tinggi terhadap benturan serta dinilai lebih aman untuk mendukung kegiatan penyelamatan di perairan seperti Sungai Mahakam,” jelasnya.

Ke depan, speedboat ini akan dimanfaatkan untuk dua fungsi utama. 

Speadboat Baru BPBD Kota Samarinda. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

Speadboat Baru BPBD Kota Samarinda. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

Pertama, mendukung kegiatan pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan air di wilayah Sungai Mahakam. Kedua, digunakan dalam patroli pengamanan berbagai kegiatan masyarakat yang berlangsung di kawasan tepian sungai.

Beberapa agenda besar seperti Festival Mahakam, Festival Karang Mumus, serta pengamanan malam pergantian tahun di kawasan Teras Samarinda dan sepanjang tepian Sungai Mahakam menjadi kegiatan yang membutuhkan pengawasan intensif di wilayah perairan.

Dengan dukungan spesifikasi tersebut, BPBD Kota Samarinda optimistis kehadiran armada baru ini akan meningkatkan kecepatan respons serta efektivitas penanganan kondisi darurat di kawasan sungai.

“Diharapkan armada ini dapat menjadi sarana utama dalam mendukung operasi penyelamatan di Kota Samarinda, khususnya di wilayah perairan yang selama ini tergolong rawan,” tutup Warso. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar